Waspada! Sesar Kendeng Berpotensi Terjadi di Wilayah Sidoarjo, Surabaya dan Gresik

Jurnalis: Samsul HM
Editor: Mustopa

2 Okt 2024 14:49

Thumbnail Waspada! Sesar Kendeng Berpotensi Terjadi di Wilayah Sidoarjo, Surabaya dan Gresik
Peta sesar aktif di Pulau Jawa (Foto: Geologi Nganjuk)

KETIK, SURABAYA – Stasiun Geofisika Nganjuk mencatat bahwa Sesar Kendeng Zone berpotensi bergerak dari wilayah Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik. Namun, bergeraknya sesar tersebut belum bisa diprediksi waktunya. 

Analis Geofisika Nganjuk Ismail menjelaskan, sesar yang akan bergerak menuju tiga wilayah di atas merupakan patahan atau rekahan pada lapisan bumi yang mengalami pergeseran. 

“Akibat dari sesar ini antara lain gempa bumi dan kerusakan pada infrastruktur dan liquifaksi," katanya saat dihubungi Ketik.co.id, Rabu, 2 Oktober 2024

Secara harfiah liqufaksi didefinisikan sebagai transformasi tanah berbutir kasar dari keadaan padat (solid) menjadi keadaan cair (liquid). Hal ini akibat dari tekanan hidrostatik karena adanya beban siklik yang cukup tingga secara tiba-tiba.

Baca Juga:
Waspada! Sesar Kendeng Aktif Melintas di Kota Surabaya

Menurut  Ismail, secara geografis beberapa sesar memang berada di Jatim, tidak jauh dari Gunung Semeru. Di sekitar gunung berapi ini memang masih ternasuk sesar kendeng. Selain sesar kendeng, ada sesar-sesar kecil lainnya yang bisa memengaruhi aktivitas seismic di daerah ini.  
 
Seperti yang dianalisa, sesar kendeng memanjang dari timur hingga ke arah barat Pulau Jawa. Sesar yang melalui wilayah Sidoarjo, Surabaya dan Gresik panjangnya mencapai ratusan kilometer. Secara georafis beberapa sesar memang berada tidak jauh dari Gunung Semeru.

Berdasarkan grafis dari geologi di sepanjang Pulau Jawa dari Banten hingga Banyuwangi terdapat beberapa jenis sesar. Di Jawa Barat, ada sesar Lembang Fault, Cimandiri Fault, dan Baribis Fault. 
 
Di Jawa Tengah ada sesar Semarang Thrust, Muria Fault, Lasem Fault, Rembang Zone, rawapeing Thrust, Opak Faault. Sedangkan di Jawa Timur hanya Kendeng Zone. 

Sesar terbagi terbagi tiga jenis yaitu sesar naik, sesar turun dan sesar mendatar. Sesar naik terjadi karena bebatuan dan sering ditemukan di daerah pegunungan.

Sesar turun yaitu blok batuan bergerak turun bersamaan dengan blok di bawahnya. Sesar mendatar yaitu dua blok batuan bergerak secara horizontal satu sama lain.(*)

Baca Sebelumnya

Pendidikan dan Kesehatan Gratis Masih Jadi Fokus Paslon MK-BISA

Baca Selanjutnya

FSPPB Akan Laporkan KPPU ke KPK: Pekerja Pertamina Siaga, Layanan Avtur Tetap Lancar Terjaga

Tags:

Sesar Kendeng Geologi Nganjuk

Berita lainnya oleh Samsul HM

Detik-detik Menegangkan OTT Bupati Tulungagung, Gatut Sempat Bersembunyi di Mobil

12 April 2026 10:20

Detik-detik Menegangkan OTT Bupati Tulungagung, Gatut Sempat Bersembunyi di Mobil

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Jadi Tersangka Kasus Pemerasan di KPK, Uang Haram Mengalir ke Forkopimda

12 April 2026 06:45

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Jadi Tersangka Kasus Pemerasan di KPK, Uang Haram Mengalir ke Forkopimda

Dinilai Mengancam Kebebasan Pers, AJI Desak Pencabuatan SK Komdigi tentang Pembatasan Konten

8 April 2026 12:20

Dinilai Mengancam Kebebasan Pers, AJI Desak Pencabuatan SK Komdigi tentang Pembatasan Konten

Zodiak Aries dan Taurus Panen Keberuntungan di Bulan April 2026

6 April 2026 18:14

Zodiak Aries dan Taurus Panen Keberuntungan di Bulan April 2026

Iran Klaim Tembak Jatuh F-35 AS, Pilot Hilang Diduga Bersembunyi

5 April 2026 08:04

Iran Klaim Tembak Jatuh F-35 AS, Pilot Hilang Diduga Bersembunyi

Hujan Lebat Diprediksi Masih Terjadi di Wilayah Jatim Selama April 2026

4 April 2026 17:00

Hujan Lebat Diprediksi Masih Terjadi di Wilayah Jatim Selama April 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H