Wajah Dinasti Politik Bersembunyi di Balik Politik Elektoral 

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Moana

1 Feb 2023 12:10

Thumbnail Wajah Dinasti Politik Bersembunyi di Balik Politik Elektoral 
Dok.Net

KETIK, JAKARTA – Sejumlah pakar menangkap sinyal adanya skenario upaya membangun dinasti politik dari istana negara. Pembahasan tersebut memang tengah menjadi bola panas liar.

Presiden Jokowi disinyalir sedang mempersiapkan rencana membangun 'kerajaan keluarga'. Pengamat Politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedillah Badrun mengungkapkan, dalam situasi sekarang wajah dinasti politik atau kerajaan keluarga bisa bersembunyi di balik politik elektoral. 

Menurutnya, kini muncul semacam model baru dinasti politik di era demokrasi liberal dan digital. Yaitu terkesan dipilih oleh rakyat melalui Pemilu. Namun, motif sesungguhnya adalah membangun dinasti atau kerajaan keluarga agar keturunannya terus berkuasa.

Di zaman feodal, jelas Ubedillah, kepemimpinan ditentukan oleh birthright. Yaitu semacam hak lahir. Seseorang merasa dirinya berhak menjadi penguasa karena dilahirkan sebagai anak atau kerabat penguasa.

Baca Juga:
Jalani Pemeriksaan, Terdakwa Sri Purnomo "Amnesia Selektif": Berbelit Menjawab Jaksa, Lancar Menyudutkan Dinas

"Mindset birthright ini hanya ada di dalam diri orang yang tidak memahami  demokrasi dan tidak pernah berjuang dalam menegakkan demokrasi," ujarnya, Rabu (1/2/2023). 

Sementara itu, Pemerhati Sejarah Arief Gunawan menyebut, alih-alih mendorong lahirnya demokrasi berkeadilan dan berkorelasi kepada kesejahteraan rakyat, belakangan ini justru sedang muncul gejala kuat lahirnya 'kerajaan baru' tersebut. 

"Masyarakat kini mensinyalir ada skenario besar yang sedang dibangun oleh Jokowi untuk melanggengkan kekuasaan dengan membentuk kerajaan keluarga," ujar Arief. 

Setelah skenario perpanjangan masa jabatan presiden dikritisi secara tajam oleh publik dan gagal di tengah jalan, kini Jokowi diduga sedang membangun kerajaan keluarga.

Baca Juga:
Bagaimana Dana Rp17 Miliar Mengalir Demi Kursi Sleman-1

Jokowi disebut melibatkan anak-anaknya untuk terjun ke dunia politik. Mulai Wali Kota Solo Gibran (anak) Wali Kota Medan Bobby (menantu) dan kini Kaesang digadang segera mengikuti jejak mereka. 

"Gibran kabarnya diproyeksikan akan menjadi Gubernur Jakarta, sedangkan Kaesang menempati posisi Wali Kota Solo," kata Arief. 

"Kondisi yang menggambarkan kemunduran demokrasi ini jelas memperlihatkan bahwa kita terjebak dalam kesalahan memilih pemimpin, sehingga hari ini feodalisme berupa kerajaan keluarga menjadi bahaya laten yang merusak demokrasi namun dengan mengatasnamakan demokrasi," beber Arief Gunawan. 

Ia kemudian membandingkan orde lama sebagai Vorstenlandse Republik atau Republik Keraton. Di mana Presiden Sukarno menempatkan diri sebagai waliyul amri, penyambung lidah rakyat, nelayan agung, panglima tertinggi, paduka yang mulia, pemimpin besar revolusi, dan seterusnya. 

"Tapi waktu berkuasa selama 22 tahun tidak membangun kerajaan keluarga," ungkap Arief. 

Sukarno, lanjutnya, tidak menunjuk anak, menantu, atau para kerabat kala itu. Misalnya untuk menjadi wali kota, terjun ke lapangan politik atau menjadi businessman dadakan dengan berjualan, aset triliunan dan menguasai berpuluh-puluh perusahaan.

Sementara Presiden Soeharto pada masa orde baru mengidentikkan diri sebagai seorang prabu. Sehingga ketika turun dari kekuasaan menyebut diri lengser keprabon atau prabu yang turun tahta dari kerajaan.

"Dengan mengidentikkan diri sebagai seorang prabu, Soeharto ingin menjadi penguasa absolut seperti raja-raja Jawa yang penuh simbol, seperti Paku Buwono, Paku Alam, Mangku Bumi, dan seterusnya, yang bila Paku dicabut maka Buwana chaos. Apabila penguasa tak 'mangku bumi' maka terjadilah ketidakseimbangan," papar Arief. 

Begitu pula dengan Tokoh Nasional Dr Rizal Ramli. Ia menilai bahwa rekruitmen kepemimpinan lewat cara-cara pencitraan manipulatif harus dihentikan karena tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyat. 

Antara lain menonjolkan 'kesederhanaan, kesantunan dan gaya sok merakyat' namun ternyata bertendensi hipokrit.

"Raja-raja di Nusantara dulu juga mencanggih-canggihkan diri dalam membangun kerajaan keluarga melalui mitos-mitos dan menulis sejarah dalam puja sastra untuk menutupi kegagalan. Meski hasilnya dongeng belaka," kata Rizal Ramli.

Rizal Ramli mengatakan, jauh lebih baik apabila Jokowi dan keluarga mampu menahan diri dari ambisi kekuasaan karena gagal mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat.

“Jokowi tidak pernah berjuang untuk demokrasi, bisa menjadi presiden karena demokrasi. Setelah berkuasa mempreteli demokrasi dan mempersiapkan kerajaan keluarga,” tegas Menko Ekuin era Presiden Gus Dur tersebut.(*) 

 

 

Baca Sebelumnya

2023, Dapur dengan Konsep Open Kitchen Masih Jadi Pilihan

Baca Selanjutnya

ACSB Indonesia Lantik Kepengurusan Pusat Periode 2022-2024

Tags:

Rizal Ramli Politik Dinasti Kerajaan Keluarga Ubedillah Badrun Arief Gunawan Presiden Jokowi

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar