Waduh, Jadi Ancaman Masa Depan Ilumwan Temukan Virus Zombie 

Editor: Shinta Miranda

9 Des 2022 07:10

Thumbnail Waduh, Jadi Ancaman Masa Depan Ilumwan Temukan Virus Zombie 
Ilustrasi penemuan virus. (Foto: James Thew) 

KETIK, JAKARTA – Sebanyak 13 virus, salah satunya berusia 48.500 tahun, diangkat dari daratan beku atau permafrost di Siberia, Rusia, oleh sekelompok ilmuwan. Mungkinkah bisa bangkit lagi dan memberi ancaman pada manusia? 

Sebuah makalah di jurnal bioRxiv berjudul "An update on eukaryotic viruses revived from ancient permafrost" yang belum melalui proses peer-review, mengungkapkan, virus-virus itu bagian dari bahan organik yang mencair di tanah beku permafrost akibat pemanasan iklim 

Penelitian baru ini dipimpin oleh mikrobiolog Jean-Marie Alempic dari French National Centre for Scientific Research. 

"Situasinya akan menjadi lebih berbahaya pada kasus penyakit pada manusia, tumbuhan, atau hewan yang disebabkan oleh pembangkitan virus purba yang tidak diketahui," tulis studi "viral" tersebut seperti yang dikutip dari New York Post. 

Baca Juga:
Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

Tim ahli lintas negara ini, di antaranya dari Institut de Microbiologie de la Méditerranée Prancis, Institute of Experimental Medicine Rusia, hingga Alfred Wegener Institute Jerman, menyatakan penelitian ini dimaksudkan untuk meluruskan soal kesalahpahaman virus yang hidup kembali di dua penelitian sebelumnya. 

"Tidak ada laporan tambahan tentang virus 'hidup' yang telah dipublikasikan sejak dua studi asli yang menjelaskan pithovirus (2014) dan mollivirus (2015)," ungkap mereka. 

"Kejadian seperti itu jarang terjadi dan bahwa 'virus zombie' bukanlah ancaman kesehatan masyarakat," lanjut keterangan itu. 

Tim ahli lintas negara ini, di antaranya dari Institut de Microbiologie de la Méditerranée Prancis, Institute of Experimental Medicine Rusia, hingga Alfred Wegener Institute Jerman, menyatakan penelitian ini dimaksudkan untuk meluruskan soal kesalahpahaman virus yang hidup kembali di dua penelitian sebelumnya. 

Baca Juga:
Undang Presiden Putin ke Indonesia, Prabowo: Jangan ke India Saja

"Tidak ada laporan tambahan tentang virus 'hidup' yang telah dipublikasikan sejak dua studi asli yang menjelaskan pithovirus (2014) dan mollivirus (2015)," ungkap mereka. 

"Kejadian seperti itu jarang terjadi dan bahwa 'virus zombie' bukanlah ancaman kesehatan masyarakat," lanjut keterangan itu. 

Tim mengungkapkan 13 virus yang diteliti dengan protokol ketat ini termasuk dalam lima clade (kelompok organisme yang berevolusi dari nenek moyang yang sama) berbeda yang menginfeksi Acanthamoeba spp. 

Yakni, pandoravirus, cedratvirus, megavirus, pacmanvirus, serta keturunan (strain) pithovirus baru. 

"Namun sebelumnya tidak dihidupkan kembali dari permafrost," imbuh para pakar. 

Terlepas dari itu, tim pakar yang dipimpin oleh Jean-Marie Alempic dari Prancis ini mengungkap potensi virus untuk tetap menginfeksi walau sudah membeku ribuan tahun. 

"Penelitian ini menegaskan kapasitas virus DNA besar yang menginfeksi Acanthamoeba untuk tetap menular setelah lebih dari 48.500 tahun dihabiskan di permafrost yang dalam," tulis tim. (*)

Baca Sebelumnya

Ketua KPK: Koruptor Tak Takut Penjara, Tapi Takut Dimiskinkan 

Baca Selanjutnya

Hari Antikorupsi Sedunia, Presiden Jokowi Berikan Pesan Khusus 

Tags:

Zombie virus Rusia

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar