KETIK, PACITAN – Dugaan pelecehan seksual melalui video call (VC) menggunakan nomor telepon tak dikenal meresahkan warga Kabupaten Pacitan. 

Sedikitnya dua laporan dengan modus serupa disampaikan melalui media sosial, yakni dialami seorang pelajar perempuan dan Pegawai Apotek K-24 Basuki Rahmat Pacitan.

Dalam kedua laporan tersebut, pelaku diduga menghubungi korban melalui panggilan WhatsApp. 

Setelah panggilan diangkat, pelaku langsung mengubahnya menjadi video call dan diduga memperlihatkan alat kelaminnya.

Korban pertama merupakan seorang perempuan yang mengaku menerima panggilan saat sedang bekerja. 

Baca Juga:
97 Dusun Terancam Krisis Air Bersih, Kenapa Pacitan Belum Tetapkan Status Darurat?

Melalui pesan yang kemudian dibagikan di media sosial, korban meminta masyarakat berhati-hati apabila menerima panggilan dari nomor tersebut.

"Halo kak mohon maaf minta bantuannya, untuk berhati-hati apabila ada yang dihubungi oleh nomor tersebut. Ini tadi saya lagi kerja dan di-spam VC sama telepon nomor yang saya tidak kenal," tulis korban melalui akun instagram @f.febrianaa_18.

Korban mengaku awalnya mengangkat panggilan karena penasaran dengan identitas penelepon. 

Namun, sesaat setelah video call tersambung, pelaku diduga langsung memperlihatkan alat kelaminnya tanpa berbicara maupun memperlihatkan wajahnya.

Baca Juga:
Kantongi Ciri-ciri, Polisi Buru Pengendara Jupiter yang Pamer Alat Kelamin di Dadapan Pacitan

"Karena saya penasaran dengan siapa itu, saya angkat dan dia menunjukkan alat kelaminnya, tanpa dia berbicara dan tidak melihatkan mukanya," lanjut pengakuan korban.

Korban menyebut pria tersebut mengaku bernama Irfan. 

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, nomor tersebut diduga sebagai milik seseorang yang bekerja sebagai kurir paket usai dilakukan pelacakan.

"Nomornya ini, +62895630177314," lanjutnya.

Korban juga mengaku tidak menjadi satu-satunya sasaran.

Menurutnya, beberapa temannya turut bercerita pernah mengalami teror serupa dari nomor yang diduga sama.

"Untuk kejadian ini tidak hanya sekali dan dua kali, teman-teman saya juga bercerita bahwasanya juga diteror seperti kejadian itu," tulisnya.

Laporan serupa kemudian disampaikan Admin Apotek K-24 Basuki Rahmad Pacitan melalui akun instagramnya @k24basukirahmadpacitan. 

Dalam laporannya, pegawai apotek mengaku nomor layanan WhatsApp apotek menerima panggilan dari nomor yang sama.

Awalnya panggilan tersebut berupa telepon biasa.

Namun setelah diangkat karena dikira berasal dari pasien yang membutuhkan obat, panggilan mendadak berubah menjadi video call.

"Ini tadi tiba-tiba telepon ke WA Apotek K-24 Basuki Rahmat Pacitan, terus pas diangkat tiba-tiba diubah ke video call dan memperlihatkan alat kelaminnya. Kami angkat teleponnya karena dikiranya pasien yang biasanya mendadak butuh obat cepat," tulis admin.

Pegawai apotek juga meminta masyarakat agar berhati-hati apabila menerima panggilan dari nomor tersebut dan berharap informasi itu dapat disebarluaskan sebagai bentuk kewaspadaan.

Masyarakat pun diimbau lebih berhati-hati saat menerima panggilan, terutama video call dari nomor yang tidak dikenal.

Masyarakat yang mengalami kejadian serupa disarankan menyimpan bukti berupa tangkapan layar, rekaman percakapan, maupun nomor telepon pelaku, kemudian segera melaporkannya kepada pihak kepolisian agar dapat dilakukan penyelidikan lebih lanjut.(*)