KETIK, SURABAYA – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) mengancam mencabut izin Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Peringatan keras ini menyusul adanya kecelakaan yang menimpa Jemaah Calon Haji (JCH) di Jabal Magnet, Madinah dari kloter 2 Embarkasi Surabaya.
Informasi ini disampaikan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, As'adul Anam di Asrama Haji pada Sabtu, 2 Mei 2026.
"Yang jelas, insyaallah akan dicabut. Karena kemarin pernyataan dari bapak (Menhaj) itu sudah seperti itu. Tinggal proses administrasi saja," katanya.
Nantinya, mengenai teknisnya, Anam menjelaskan izin KBIH tidak bisa langsung dicabut karena sebagian dari mereka masih mempunyai jemaah.
"Bahkan ada mereka (KBIH) sudah ada sejak 2012 sampai sekarang. Mungkin nanti prosesnya akan dititipkan kepada KBIH yang lain," jelasnya.
Baca Juga:
Sambut HUT Kota Surabaya, Swiss-belexpress Jemursari Gelar Penghijauan di Kebun BibitKetika izin dicabut oleh pemerintah, KBIH tidak diperkenankan memberangkatkan JCH. Apabila ingin kembali memberangkatkan haji, maka harus mematuhi aturan.
"Prosesnya tiga tahun. Jadi tidak boleh langsung. Tiga tahun berikutnya baru boleh mengajukan kembali terkait dengan izin operasional KBIH tersebut," ungkapnya.
Ia menceritakan, persoalan seperti ini juga pernah terjadi pada 2012 yang terjadi pada JCH asal Malang. Para JCH melakukan ziarah sebelum pelaksanaan Armuzna. Alhasil izin KBIH tersebut dicabut.
As'adul Anam mengimbau kepada seluruh KBIH dan JCH untuk tidak melakukan banyak aktivitas sebelum menjalani Armuzna. Harapannya, para JCH dapat menjaga kondisi fisik.
Baca Juga:
Dukung Pendidikan, RPH Surabaya Fasilitasi Praktik Mahasiswa Kedokteran Hewan"Kami ingin jemaah fokus menyiapkan Armuzna. Baik secara aspek ibadah, aspek fisik, aspek psikologis, ini harus diperhatikan. Jemaah itu rata-rata pada saat menjalankan Armuzna mengalami refleksi diri. Sehingga secara psikologis, tubuh mereka mengalami perubahan drastis," jelasnya.
Berdasarkan pengalamannya ketika menjadi pemimpin kloter, banyak JCH yang tiba-tiba mengalami tekanan darah tinggi. Hal inilah yang ingin dijaga, agar JCH dapat melaksanakan ibadah haji dengan khusyuk. (*)