KETIK, MALANG – Universitas Brawijaya (UB) mulai melakukan pendataan terhadap mahasiswa yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui pendataan tersebut, rekomendasi bentuk bantuan akan diserahkan kepada pihak rektorat. 

Dirjen Kesejahteraan Mahasiswa EM UB, Dimas Satya Saputra menjelaskan beberapa pertanyaan akan diajukan sebagai langkah verifikasi. Pendataan dan verifikasi dibuka pada Jumat 21 Agustus 2026 pukul 08.00-16.00 WIB.

"Kami dari unsur mahasiswa hanya melakukan pendataan dan verifikasi. Pada akhirnya yang bisa kami serahkan itu adalah rekomendasi seperti apa bantuan yang harus diterima oleh mahasiswa terdampak," ujarnya.

Dari rekomendasi tersebut, pihak rektorat yang memiliki kewenangan untuk menerima maupun memberikan bantuan yang dinilai sesuai. Rekomendasi tersebut mulai dari pengurangan beban UKT maupun IPI, hingga biaya hidup selama menempuh masa studi di Kota Malang.

Beberapa aspek yang menjadi pertimbangan mulai dari finansial, psikologis, dan tempat tinggal. Untuk finansial, merujuk pada pendapatan keluarga hingga dampak gempa terhadap aktivitas perekonomian.

Baca Juga:
Rektorat UB Bakal Hubungkan Mahasiswa Terdampak Gempa NTT Dengan Swasta Melalui CSR

Termasuk verifikasi aspek psikologis berkaitan dengan dampak gempa bumi terhadap pikiran mereka. Mulai dari perasaan cemas, khawatir, ketakutan secara berlebihan gang berdampak pada aktivitas keseharian.

"Satu lagi itu tempat tinggalnya, karena kita bisa melihat dampak paling jelas dari gempa bumi adalah bagaimana itu bisa merusak bangunan sekitar. Apalagi berbicara tentang tempat tinggalnya mahasiswa yang terdampak," ungkapnya.

Hingga pukul 11.00 WIB sudah ada sekitar 37 mahasiswa yang melakukan pendataan di Gedung Rektorat UB. Mayoritas berasal dari program studi saintek yakni Fakultas Teknik dan Fakultas Kedokteran.

"Mayoritaa data yang terakhir kami olah menunjukkan bahwa mereka rata-rata berasal dari Kabupaten Manggarai. Sedangkan data dari rektorat ada sekitar 250 mahasiswa dari NTT di UB," tuturnya.

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Kembali Kirim 64,4 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Rafi Rasendriya, salah satu tim dari Advokesma EM UB menjelaskan terdapat satu mahasiswa yang kini berada di lokasi terdampak, tepatnya di Kabupaten Sikka. Saat ini mahasiswa tersebut tinggal di posko pengungsian bersama 5-7 kepala keluarga. 

"Kami melakukan pendataan melalui online. Lokasinya dia berada di Kabupaten Sikka, dari FIA Prodi Pariwisata. Sekarang semester 9 sedang skripsi," ujarnya. 

Ia menjelaskan dari hasil pendataan, mahasiswa tersebut direkomendasikan untuk mendapatkan bantuan keringanan biaya kepada jajaran rektorat UB. Terlebih kondisi rumahnha mengalami kerusakan sedang dan memburuhkan konseling. 

"Kami tadi rekomendasi untuk keringanan biaya, tapi keluarga membutuhkan sembako. Kerusakan di rumahnya rusak sedang. Dia juga kondisinya membutuhkan konseling karena setiap jam ada gempa susulan," pungkasnya. (*)