KETIK, SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali mencatatkan namanya di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Terbaru, Unesa berhasil memecahkan rekor dengan Karya Inovatif Terbanyak, dalam kegiatan Festival Mobilitas Akademik Mahasiswa di Lapangan Rektorat Kampus 2 Lidah Wetan, Surabaya, Sabtu 8 Februari 2025.

Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni, Martadi mengatakan kegiatan Festival Mobilitas Akademik Mahasiswa ini mengusung tema “Strengthening the SDGs through Integration with Digital Technology.”

"Terdapat 9.270 karya yang dihasilkan dari 9000 yang mengikuti mobilitas akademik. Artinya, satu mahasiswa ada yang memiliki satu sampai dua karya," jelas Martadi, saat menghadiri pelepasan mahasiswa mobilitas akademik, Sabtu 8 Februari 2025.

Lebih lanjut, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Unesa dalam memastikan bahwa produk yang dihasilkan mahasiswa mobilitas akademik Unesa layak dan berdampak bagi lembaga maupun masyarakat. 

 

Baca Juga:
Beredar Grup WhatsApp Pembelian Seragam, Dugaan Pengarahan di SMKN 1 Doko Blitar Mencuat

Wakil Rektor 1 Unesa, Martadi saat memberikan keterangan. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

 

Program mobilitas akademik, lanjutnya, merupakan kebijakan nasional yang diimplementasi dan diadaptasi Unesa baik dalam bentuk program magang, penelitian, studi independen, proyek di desa, dan banyak lagi.

"Selama menjalani program tersebut, mahasiswa membuat karya atau  inovasi yang kemudian dikurasi. Karya yang layak dan memenuhi kriteria lalu diupload atau didata," tambahnya.

Baca Juga:
Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, Disdik Lebak Ajak Orang Tua Bangun Kedekatan Sejak Dini

Karya itulah yang perlu disebarkan kepada mahasiswa, masyarakat, termasuk mitra dunia usaha dan industri (dudi). Tujuannya, agar program dan karya yang dihasilkan bisa memotivasi mahasiswa lain, termasuk adik-adik kelasnya, dan diserap mitra usaha dan industri. 

“Ketika adik-adik kelasnya nanti hendak melakukan kegiatan mobilitas akademik, mereka sudah punya bayangan dan rencana apa yang harus dilakukan, karya apa yang perlu dibuat yang berdampak pada lembaga dan masyarakat,” pungkasnya. (*)