KETIK, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kegiatan Kuliah Umum Riset Nasional Bersama Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sekaligus taken kerja sama sinergi untuk meningkatkan riset yang berdampak bagi industri dan ekonomi pada Jumat, 3 Juli 2026 di Aula Lantai 9 Gedung Rektorat UM.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh dosen UM dari berbagai program studi. Tentunya ini menjadi ruang berbagi ilmu terkait riset dalam dunia akademisi. Perlu diketahui bahwa Indonesia memiliki bidang yang sangat beragam dalam sektor pendidikan. Sehingga, riset atau penelitian sangat dibutuhkan untuk perkembangan ilmu pengetahuan.

BRIN hadir sebagai lembaga pemerintah non kementerian di Indonesia yang mengintegrasikan seluruh penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan ilmu pengetahuan nasional untuk perkuat ekosistem riset dan mendukung kemajuan ekonomi berbasis sains. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai upaya mempererat hubungan kerja sama UM dengan BRIN.

Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menyampaikan bahwa pertemuan ini bukan awal dari kolaborasi bersama BRIN. Banyak dosen UM yang telah melakukan riset bersama rekan-rekan dari BRIN. Sehingga, kehadiran BRIN ini bisa mendorong untuk semua dosen melakukan inovasi dalam riset.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., bersama Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., terus meningkatkan kualitas riset yang berdampak pada Jumat, 3 Juli 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Baca Juga:
Putri Imelia Rambah Produser Musik, Ini Sederet Aksi Sosial dan UMKM yang Dikembangkannya

"Jadi dosen UM itu sudah banyak yang melakukan riset bersama dengan teman-teman peneliti dari BRIN. Demikian pula publikasi, baik itu sampai dengan inovasi itu sudah ada," ujarnya 

Ia juga mengungkapkan bahwa Kepala BRIN tersebut juga mengapresiasi terkait inovasi penelitian air hujan yang bisa diubah menjadi air minum. Dalam hal ini, riset terkait air hujan menjadi inovasi dalam memanfaatkan air hujan secara proporsional dan profesional.

Dalam perkembangan industri, inovasi menjadi salah satu hal yang penting untuk dipertimbangkan. Sehingga, riset dan inovasi memiliki keterkaitan dengan kebutuhan industri. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., bahwa riset memiliki dampak bagi industrialisasi. 

"Kalau kita ingin mau maju, mau nggak mau, salah satu pintunya adalah melalui peningkatan Skor Innovation Index itu yang itu dimana itu adalah kontribusi riset dan juga inovasi dan salah satu komponen yang paling penting adalah bagaimana mempercepat keterkaitan riset dengan kebutuhan industri, agar riset itu punya dampak bagi industrialisasi," tutur Arif.

Baca Juga:
Maruarar Sirait Pastikan Negara Upayakan Kota Malang Bebas Rumah Tak Layak Huni pada 2026

Menurutnya, dalam mewujudkan dampak bagi industrialisasi, kampus-kampus harus membangun sains technopark yang menjembatani kampus dengan industri. Selain itu, rumah inovasi diciptakan untuk mendayagunakan potensi yang dimiliki oleh kampus. I

a menegaskan bahwa kehadiran rumah Inovasi juga diharapkan bisa memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi daerah dengan kualitas pada R&D.

Dalam hal ini, tentunya kampus memiliki peran sebagai peneliti yang nantinya mengisi rumah Inovasi dengan riset-riset yang kreatif dan profesional. Arief menyampaikan bahwa kekuatan rumah inovasi adalah peneliti yang berasal dari kampus-kampus.

"Provinsi kan nggak punya lab. Provinsi kan nggak punya pengalaman dalam riset. Nah, justru kekuatannya periset ini dan periset memang dari kampus. Ya, sebenarnya UM, bersama UB, bersama ITS, UNAIR, itu bisa memecahkan masalah Jawa Timur, misalnya gitu. Penelitian kan bisa di mana saja," jelas mantan rektor rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut.

Dengan menghadirkan kegiatan kuliah umum kepada para dosen, BRIN ingin terus memberikan motivasi pada para dosen untuk bisa menjadi pengajar yang hebat dan bisa memberikan ilmu sejalan dengan kemajuan zaman. Menurut Arif, dosen sebagai seorang pengajar tidak hanya pintar, tetapi juga harus bisa menjadi hebat dengan meningkatkan kualitas pembelajaran.

Sehingga, kolaborasi bersama kampus menjadi sinergi BRIN dalam mengembangkan segala potensi yang ada di Indonesia untuk menjadi bahan riset dan menciptakan hasil riset yang luar biasa dan bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia. Arif menuturkan kontribusi UM akan menghasilkan dampak pada kemajuan ekonomi di Jawa Timur.

"BRIN, tugasnya adalah bermitra, bersinergi dengan kampus seperti UM. Kita akan bangun nanti pusat kolaborasi riset BRIN dan UM untuk bidang-bidang. Hasilnya untuk bisa membangun kontribusi UM untuk kemajuan ekonomi di Jawa Timur," ungkapnya.

Dengan demikian, kuliah umum ini menjadi salah satu bentuk komitmen dari UM untuk terus berkolaborasi dalam pengembangan riset dan menjadi kampus yang berdampak, bukan hanya bagi Indonesia tapi juga secara global.(*)