Tokoh Pendidikan Jatim: Menaikkan UKT Sangat Berpotensi Melanggar UUD 1945!

Jurnalis: Achmad Fazeri
Editor: M. Rifat

31 Mei 2024 01:11

Thumbnail Tokoh Pendidikan Jatim: Menaikkan UKT Sangat Berpotensi Melanggar UUD 1945!
Peserta didik sedang belajar desain grafis dan editing video di salah satu pesantren modern di Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (15/6/2023). (Foto: Achmad Fazeri/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Menaikkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) itu bagian dari komersialisasi pendidikan yang menjurus kepada liberalisasi. Biaya pendidikan pun menjadi mahal bahkan sudah menjadi ladang bisnis.

Pernyataan itu disampaikan Pengamat Pendidikan M. Isa Anshori menanggapi polemik mengenai kenaikan UKT yang ramai dibincangkan publik belakangan ini.

"Dan itu sangat berpotensi melanggar Undang-Undang Dasar (UUD)," tegas Isa Anshori kepada Ketik.co.id, Kamis (30/5/2024).

Kenapa bisa melanggar UUD? Isa menjelaskan, negara punya tugas yang merupakan sebuah amanah konstitusi dari Pembukaan UUD 1945, yakni harus mencerdaskan kehidupan bangsa.

Baca Juga:
Kabar Gembira! Pemkot Surabaya Bantu Biaya Mahasiswa Miskin, Ini Kriterianya

"Bicara soal mencerdaskan kehidupan bangsa, maka institusi pendidikan baik itu formal maupun non formal, memiliki kewajiban untuk menjalankan amanat konstitusi tersebut," jelasnya.

Dari situ, menurut Isa Anshori, negara pun harus hadir untuk mencerdaskan bangsa. Salah satu kehadiran negara adalah dalam bentuk membuka akses yang luas untuk seluruh golongan terhadap pendidikan tinggi.

"Nah, itu yang penting dan harus kita pahami dulu," kata Tokoh Pendidikan Jawa Timur (Jatim) ini.

Isa Anshori menjelaskan, pendidikan tinggi yang merupakan bagian dari tugas konstitusi tersebut, tidak boleh menghambat siapapun, entah dengan alasan apapun, apalagi dengan upaya menaikkan UKT, karena hal itu jelas-jelas melanggar amanat konstitusi.

Baca Juga:
Realisasi Program 1000 Sarjana, Pemkot Batu Kucurkan Rp1,5 Miliar dan Libatkan 17 Perguruan Tinggi

"Menurut saya menaikkan UKT sangat berpotensi menjadi suatu pelanggaran terhadap UUD 1945, karena negara dalam hal ini Perguruan Tinggi Negeri (PTN) memiliki tugas mencerdaskan kehidupan bangsa," paparnya.

Anggota Dewan Pendidikan Jatim ini memberikan masukan, negara dalam hal ini PTN, sangat perlu melakukan perencanaan pendidikan.Yakni, apa saja keperluan pendidikan yang akan dibutuhkan mahasiswa serta berapa bantuan pemerintah dari APBN untuk pendidikan tinggi. Jika ternyata masih kekurangan biaya, maka ditanggung bersama sebagai partisipasi publik. 

"Lantas, sumbernya dari mana? Salah satunya dari mahasiswa. Akan tetapi, sumber itu tentu tidak harus mengikat. Bagi mahasiswa yang masuk kelompok rentan atau tidak mampu, maka dapat diberikan satu keringan karena negara punya kewajiban melindungi mereka," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Pesan Mendalam Disampaikan Bupati Freddy Thie untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

Baca Selanjutnya

Grand Mercure Malang Mirama Gandeng Influencer Se-Malang Raya Kenalkan Program Accor Live Limitless

Tags:

uang kuliah tunggal Polemik UKT UKT

Berita lainnya oleh Achmad Fazeri

Putra Wabup Sugeng Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Grobogan

15 Februari 2026 04:43

Putra Wabup Sugeng Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Grobogan

58.010 Peserta PBI-JK Dinonaktifkan, Dinsos Grobogan Gandeng BPJS Kesehatan Lakukan Percepatan Reaktivasi

12 Februari 2026 11:59

58.010 Peserta PBI-JK Dinonaktifkan, Dinsos Grobogan Gandeng BPJS Kesehatan Lakukan Percepatan Reaktivasi

Anak-anak Berkebutuhan Khusus Tampil Memukau, Ramaikan HPN dan HUT ke-80 PWI di Grobogan

9 Februari 2026 18:37

Anak-anak Berkebutuhan Khusus Tampil Memukau, Ramaikan HPN dan HUT ke-80 PWI di Grobogan

100 Anak Ikuti Khitanan Gratis Sambut HUT Ke-300 Grobogan

7 Februari 2026 21:39

100 Anak Ikuti Khitanan Gratis Sambut HUT Ke-300 Grobogan

[Berita Foto] Pemerintah Alokasikan Pupuk Subsidi 1,38 Juta Ton untuk Jawa Tengah

28 Februari 2025 21:40

[Berita Foto] Pemerintah Alokasikan Pupuk Subsidi 1,38 Juta Ton untuk Jawa Tengah

Konjen Australia Gandeng Solopos Media Group Gelar Workshop dan Uji Kompetensi Wartawan

23 Februari 2025 08:11

Konjen Australia Gandeng Solopos Media Group Gelar Workshop dan Uji Kompetensi Wartawan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar