KETIK, SURABAYA – Kembang api atau petasan biasanya ditemukan pada perayaan-perayaan kegiatan besar. Hadirnya kembang api, membuat suasana semakin meriah. Meski begitu, menyulut kembang api dalam sebuah even tetap perlu perhatian terlebih bagi anak-anak.

Orang tua yang memiliki anak-anak, sebaiknya tetap mengawasi apabila ada pertunjukan kembang api. Hal ini bertujuan agar terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan.

Melansir laman Siloam Hospital, berikut beberapa tips menyalakan kembang api.

1. Baca petunjuk

Sebelum membuka kemasan kembang api hingga menyalakannya, sebaiknya membaca petunjuk penggunaan. 

Baca Juga:
Puncak Harlah ke-20 PPDI Tulungagung: Ribuan Perangkat Desa Kompak Bawa 268 Tumpeng, Suarakan Kesejahteraan

Kembang api yang sesuai standar dan legal biasanya menampilkan petunjuk penggunaannya dengan jelas.

2. Nyalakan di tempat terbuka 

Menyalakan kembang api sebaiknya di tempat terbuka dan jauh dari pemukiman padat penduduk.

Selain itu, jauhkan pula dari bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti minyak, peralatan elektronik, kertas, dan sebagainya.

Baca Juga:
Tahun Baru Hijriah, WQCF Ajak Umat Jadikan Al-Qur’an sebagai Sistem Operasi Keluarga

3. Dampingi anak

Orang tua hendaknya mendampingi anak-anaknya ketika bermain kembang api. 

Ketika kembang api menyala, hindari anak-anak berlari sambil membawa kembang api. Hal ini dapat memicu kontak langsung dengan permukaan kulit sehingga berisiko terkena luka bakar.

4. Siapkan wadah

Usai bermain kembang api, sebaiknya jangan dibuang sembarangan. Setelah api yang membakar kembang api padam, masukkan ke dalam wadah yang telah disiapkan.

Wadah itu berisi air untuk memadamkan kembang api sebelum dibuang ke tempat sampah.

5. Simpan kembang api

Apabila ada sisa kembang api, simpan ditempat kering dan sejuk. Hindari penyimpanan yang dekat dengan api ataupun lokasi yang terkena sinar matahari langsung. Hal ini bertujuan agar kembang api tidak menyala tiba-tiba. (*)