KETIK, PALEMBANG – Jelang HUT Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia, Sumatera Selatan berada dalam cengkeraman situasi darurat. Di tengah amukan si jago merah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mengancam jutaan nyawa dari maut ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).
Jilatan api yang menyasar pemukiman warga. Aksi heroik luar biasa ditorehkan oleh para "Panglima Api" Manggala Agni pada Jumat malam (7/8/2026).
Tak hanya berjibaku memadamkan ribuan hektare lahan terbakar, mereka bergerak cepat menyelamatkan nyawa dari insiden mencekam: Satu unit truk terbakar hebat di KM 305 Jalan Tol Terbanggi-Pematang Panggang-Kayu Agung (Tol -Terpeka).
Suasana mencekam menyelimuti wilayah Sumatera Selatan ketika gelombang Karhutla meluluhlantakkan sejumlah wilayah strategis sekaligus dalam satu hari.
Baca Juga:
Nekat Curi Motor di Depan Depot Galon, Residivis Narkoba Babak Belur Diamankan WargaKobaran api tercatat membakar lahan di Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim, Banyuasin, hingga Musi Banyuasin. Kepulan asap pekat mengepung udara, mengancam kesehatan pernapasan jutaan masyarakat, sementara lidah api beringas merayap mendekati kawasan pemukiman dan jalur transportasi vital.
Namun, di tengah tekanan fisik dan mental yang luar biasa di garis depan pertempuran melawan api, semangat juang Manggala Agni tidak sedikit pun surut.
Panggilan darurat mendadak datang dari pengelola Tol Terpeka yang melaporkan adanya truk terbakar hebat di dalam area tol yang membahayakan keselamatan pengendara lain.
Tanpa ragu, tim Manggala Agni langsung meluncur ke lokasi untuk menjinakkan amukan api di tengah tugas gawat darurat Karhutla yang sedang mereka emban.
Baca Juga:
Kabut Asap Mulai Selimuti Palembang, Warga Mengeluh Sesak dan BatukKepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengungkapkan betapa krusialnya situasi penanganan di lapangan malam itu.
"Tadi pihak Tol Terpeka meminta pertolongan ke Manggala Agni ada truk yang terbakar di dalam tol. Jadi tim Manggala Agni pun langsung menuju lokasi dan memadamkan api," ujar Ferdian melalui pesan WhatsApp.
Ferdian membeberkan bahwa skala kebakaran hutan dan lahan dalam satu hari tersebut telah membakar luas lahan di berbagai kabupaten/kota di Sumatera Selatan.
Mengatasi bencana masif tersebut, Manggala Agni tidak bekerja sendirian. Operasi pemadaman dan penyelamatan ini digerakkan secara masif bersama tim gabungan dari unsur TNI, Polri, berbagai instansi terkait, hingga partisipasi aktif masyarakat.
Aksi sigap di ujung tanduk ini menjadi bukti nyata ketangguhan dan pengorbanan tanpa batas para penjaga kelestarian hutan. Di saat jutaan nyawa terancam oleh kepulan asap dan ancaman api berkobar, Manggala Agni berdiri sebagai perisai terdepan keselamatan bangsa, mempersembahkan pengabdian tertinggi tepat di ambang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. (*)