KETIK, PALEMBANG – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang kembali menemukan perkembangan baru dalam proses identifikasi korban kecelakaan maut Bus ALS dan mobil tangki di Jalinsum Musi Rawas Utara (Muratara).
Dari hasil pemeriksaan ulang terhadap kantong jenazah berkode PM0008, petugas menemukan dua potongan tubuh tambahan yang diduga milik korban lain, sehingga jumlah temuan bertambah menjadi 17 body part dari 16 kantong jenazah yang sebelumnya diterima.
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Palembang, Kombes Pol dr. Budi Susanto mengatakan, seluruh sampel DNA korban telah dikirim ke Laboratorium Pusdokkes Mabes Polri melalui jalur udara untuk mempercepat proses identifikasi.
“Sudah dikirimkan via udara ke Laboratorium Pusdokkes Mabes Polri. Dari 16 sampel post-mortem, ada dua yang dilakukan double sample karena kondisi jenazah sulit dikenali sehingga pemeriksaannya harus dipastikan kembali,” ujar dr. Budi Susanto saat giat press conference pada Jumat 8 Mei 2026.
Ia menjelaskan, saat dilakukan pemeriksaan ulang pada kantong jenazah PM0008, tim menemukan dua body part tambahan yang diduga berasal dari korban lain.
Baca Juga:
Evakuasi Korban Kecelakaan Maut Bus ALS: Satu Pasien Naik Helikopter, Dua Jalur Darat ke RS Bhayangkara“Dari pemeriksaan kantong jenazah PM0008, kami menemukan dua potongan tubuh atau body part yang diduga milik jenazah lain. Salah satunya diduga milik anak berusia di bawah lima tahun,” katanya.
Menurutnya, dua potongan tubuh tersebut kemudian diberi label PM0008B dan PM0008C.
“PM0008B berupa badan hingga tungkai kaki tanpa kepala sehingga jenis kelaminnya belum bisa ditentukan. Sedangkan PM0008C berupa lengan bawah kanan milik individu yang diduga berusia di bawah lima tahun,” jelasnya.
Baca Juga:
Jenazah Hangus Tak Bisa Dikenali, Hasil DNA Tunggu 5 Hari hingga 2 PekanUntuk kepentingan identifikasi, tim DVI mengambil sampel DNA dari jaringan tendon dan tulang rawan yang masih memungkinkan diperiksa.
“Dari jaringan tendon dan tulang rawan yang masih bisa dijadikan bahan pemeriksaan, kami ambil sampel DNA untuk memastikan identitas korban,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, dari total 17 body part yang ditemukan, sebanyak 13 di antaranya diduga merupakan jenazah laki-laki dewasa, tiga perempuan dewasa, dan satu jenazah anak-anak yang belum dapat dipastikan jenis kelaminnya.
“Dari 16 kantong jenazah yang datang, awalnya diduga berisi 16 jenazah. Namun setelah pemeriksaan ulang, ternyata ditemukan total 17 body part atau potongan tubuh korban,” tegas dr. Budi.
Selain itu, proses rekonsiliasi data antemortem dan postmortem juga masih mengalami kendala. Tim DVI menemukan perbedaan data terkait identitas korban yang menggunakan kalung.
“Dari data antemortem, ada dua korban laki-laki yang disebut memakai kalung. Namun saat pemeriksaan postmortem ditemukan satu jenazah laki-laki dan satu jenazah perempuan yang menggunakan kalung identik. Karena ada perbedaan informasi, tim belum bisa memutuskan hasil identifikasi,” katanya.
Tak hanya itu, petugas juga menemukan sebuah dompet di kantong jenazah PM09 berisi identitas korban dan sejumlah barang pribadi.
“Pada PM09 ditemukan dompet warna coklat bertuliskan Levis Fashionable Classical Cowboy yang berisi KTP, SIM, ATM BRI, ATM BSI dan sejumlah uang,” tambahnya.
Rencananya, tim DVI kembali akan mengirim satu sampel tambahan hasil temuan terbaru ke Laboratorium DNA Mabes Polri pada Sabtu 9 Mei 2026 besok.(*)