KETIK, LUMAJANG – Tiga santri putri dari Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi'in (Yahtadi) Lumajang memborong 3 gelar juara pada event Musabaqah Qiraatil Qutub (MQK) yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya.
Tiga santri ini masing-masing Njawa Zerlinda sebagai Juara 1, Thalita Zerlinda sebagai Juara 2 dan Hildana FR sebagai Juara Harapan 1.
Pengasuh Pondok Pesantren Yahtadi KH. Muhamad Muslich kepada media ini mengatakan Musabaqah Qiroatil Kutub (MQK) merupakan event nasional yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Unesa Surabaya dalam bentuk Mahanesa Islamic Fest.
Sedangkan MQK sendiri merupakan lomba membaca, menterjemahkan, dan memahami kitab kuning atau kitab klasik.
"Ini adalah bentuk prestasi pembelajaran kitab klasik di Pondok Pesantren Yahtadi Lumajang, karena selama ini kita terapkan pembelajaran yang benar-benar fokus pada semua mata pelajaran, termasuk pemahaham kita klasik untuk para santri," kata KH. Muhamad Muslich.
Baca Juga:
Tekan Kebocoran Pajak, Lumajang Sudah Tiga Kali Ganti Sistem Penarikan Pajak PasirSebelumnya sejumlah prestasi juga berhasil diraih oleh santri dari pondok pesantren ini, baik dalam bentuk lomba-lomba keagamaan maupun olahraga.
Ini Profil Pondok Pesantren Yahtadi
Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi'in atau Yahtadi yang berlokasi di jalan Mayor Kamari Sampurno Kedungjajang Lumajang sudah berdiri sejak tahun 2008. Didirikan oleh KH. Muhammad Muslich dan Hj. Chusniyah Ulfa yang keduanya merupakan alumni Pondok Pesantren di Lirboyo dan Ploso Kediri
Dengan niat membangun pendidikan pesantren yang mengedepankan sistem pendidikan yang cerdas, berakhlak dan berkarakter, Pondok Pesantren Yahtadi Lumajang membangun dua lokasi pesantren masing-masing di jalan nasional Kedungjajang untuk santri putri dan jalan raya Klakah untuk santri putra.
Baca Juga:
Akhirnya Proses Pembangunan Jalan Tambang di Lumajang Mulai Temui Titik Terang"Visi kita mewujudkan santri yang berakhlakul karimah, cerdas, terampil dan berkarakter. Visi ini kemudian kami jadikan dasar pengelolaan pendidikan di Pondok Pesantren Yathadi," kata KH. Muhammad Muslich.
Saat ini Pondok Pesantren Yahtadi mengelola Pondok putra dan putri, Madrasah Diniyah, SMP Saint Islam dan Madrasah Aliyah dengan dua jurusan yakni Mipa dan Keagamaan.
Kata KH. Muslich Yahtadi, seluruh pendidikan Pondok Pesantrennya didasarkan pada kurikulum pendidikam islam dan modern, sehingga seluruh santri yang keluar dari Pondok Pesantren ini diharapkan mahis berbahasa Arab dan bahasa Inggris.
"Kita juga ada program Tahfidz Qur'an satu tahun, dan fasih berbahasa Inggris. Sehingga misalnya akan melanjutkan ke sekolah diluar pondok, santri kami sudah benar-benar siap dan memiliki daya saing," kata KH. Muslich.
Disamping pendidikan yang bersifat formal, Ponpes Yahtadi juga memberikan pendidikan keterampilan umum seperti menjahit dan produk UMKM.
"Dalam waktu tertentu kami menggelar market day untuk menjadikan satri memiliki kemampuan marketing dan keterampilan berusaha setelah keluar dari pondok pesantren," jelas KH. Muslich.
Saat ini Ponpes Yahtadi juga mengadakam kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi untuk memberikan kuliah gratis.