KETIK, MALANG – RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang menghadirkan inovasi berupa alat untuk membantu menstimulasi produksi Air Susu Ibu (ASI) pada ibu setelah melahirkan. Inovasi yang diberi nama STIPRO (Stimulasi Prolaktin) tersebut dikembangkan untuk mendukung pelayanan kebidanan, khususnya dalam manajemen laktasi bagi pasien pada masa nifas.
STIPRO dihadirkan sebagai upaya membantu tenaga kesehatan mengatasi berbagai hambatan dalam proses stimulasi produksi ASI. Melalui inovasi tersebut, tim RSUD Dr. Saiful Anwar Malang berupaya meniadakan atau menekan kejadian produksi ASI minimal pada pasien post partum, khususnya di IRNA III.
Inovasi tersebut dilatarbelakangi masih ditemukannya persoalan produksi ASI minimal pada ibu setelah melahirkan. Berdasarkan data yang ditemukan tim inovasi, sebanyak 41 dari 50 pasien post partum atau sekitar 82 persen mengalami produksi ASI minimal.
Kondisi tersebut ditandai dengan keluhan ASI yang belum keluar secara optimal sehingga ibu belum dapat memberikan ASI kepada bayinya secara maksimal.
Sejumlah faktor menjadi penyebab gangguan produksi ASI tersebut. Mulai dari keterbatasan tenaga saat melakukan stimulasi secara manual karena tangan petugas mengalami pegal, adanya kepercayaan terhadap mitos bahwa ASI pertama dapat menimbulkan penyakit pada bayi, hingga kondisi pasien post partum patologis yang untuk sementara waktu tidak diperbolehkan menyusui.
Baca Juga:
Tak Perlu ke Rumah Sakit, TEMAN RSSA Buka Konsultasi Gizi Gratis Secara OnlineMelihat kondisi tersebut, STIPRO dikembangkan untuk mendukung proses stimulasi produksi ASI sekaligus membantu meningkatkan efektivitas pelayanan manajemen laktasi bagi ibu nifas.
Pelayanan masa nifas merupakan salah satu bagian penting dalam pelayanan kebidanan karena berkaitan langsung dengan kondisi kesehatan ibu dan bayi. Salah satu aspek yang perlu mendapatkan perhatian adalah keberhasilan pemberian ASI.
Dalam pelaksanaannya, keberhasilan manajemen laktasi tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Kehadiran STIPRO menjadi salah satu bentuk inovasi untuk mendukung proses pelayanan tersebut.
Tim inovasi menilai pelayanan kebidanan yang bermutu perlu didukung oleh input dan proses yang baik. Input tersebut mencakup kebijakan rumah sakit, tenaga kesehatan, sarana dan prasarana, serta standar asuhan kebidanan.
Baca Juga:
RSSA Malang Digitalisasi Pemesanan Linen Operasi melalui Inovasi PAK MOLINOSementara itu, proses pelayanan berkaitan dengan bagaimana tenaga kesehatan mendayagunakan berbagai input tersebut dalam memberikan pelayanan kepada pasien dan keluarga.
Melalui STIPRO, tim inovasi berupaya mendukung pemenuhan hak pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, efektif, dan efisien sesuai dengan standar pelayanan kesehatan.
Dengan dukungan inovasi dan pelayanan manajemen laktasi yang tepat, RSUD Dr. Saiful Anwar Malang berupaya membantu ibu nifas agar dapat memberikan ASI secara lebih optimal kepada bayinya, dengan tetap mempertimbangkan kondisi medis masing-masing pasien.