KETIK, TEGAL – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengumumkan penyelenggaraan Festival Kuliner Khas Tegal yang direncanakan digelar pada tahun mendatang.
Pengumuman tersebut disampaikan di sela penampilan kesenian Jaran Kepang dan Barongan Tegal dalam Gelar Seni Budaya Kabupaten Tegal di Anjungan Provinsi Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu, 20 September 2026.
"Tahun depan, selain gelar budaya, kita juga akan mengadakan festival kuliner, bekerja sama dengan Dinas Pariwisata. Nanti akan ada pagelaran seni budaya sekaligus festival kuliner khas Tegal," ujar Ischak.
Festival kuliner tersebut diharapkan menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung, sehingga tidak hanya menyaksikan pertunjukan seni, tetapi juga dapat menikmati ragam makanan khas daerah.
Beberapa kuliner yang akan ditampilkan antara lain kupat bongkok, sate, tahu aci, soto, rujak teplak, hingga martabak Lebaksiu.
Baca Juga:
HUT ke-14 IWO, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman: Sajikan Berita Seperti Silet Tajam TerpercayaDalam gelaran kali ini, Jaran Kepang dan Barongan Tegal menjadi pertunjukan utama yang tidak sekadar hiburan, melainkan juga sarana memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Tegal kepada masyarakat luas.
Jaran Kepang menampilkan gerakan dinamis yang mencerminkan keberanian dan kegigihan masyarakat, sedangkan Barongan menghadirkan karakter kuat yang merepresentasikan kearifan lokal.
"Hari ini kita membawa dua kesenian tradisi yang menjadi kekayaan budaya Tegal, yaitu Jaran Kepang dan Barongan khas Tegal. Kebudayaan tidak boleh hanya menjadi cerita masa lalu, melainkan harus terus hidup mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan jati dirinya," tegas Ischak.
Bupati juga mengapresiasi para seniman, budayawan, dan komunitas seni yang terus menjaga tradisi, serta mengajak generasi muda untuk lebih mengenal dan terlibat dalam pelestarian seni budaya daerah.
Baca Juga:
Jangan Tunggu Korban, Wabup Tegal Tekankan Pengawasan Obat dan Makanan Secara Proaktif"Mari kita jadikan seni budaya sebagai sumber kebanggaan, ruang kreativitas, sekaligus bagian dari pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah," tambahnya.
Plt. Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Risturino, turut mengapresiasi konsistensi Kabupaten Tegal dalam menghadirkan ruang bagi seni dan budaya di panggung nasional, sebagai upaya bersama merawat identitas dan memastikan warisan budaya tetap hidup bagi generasi mendatang.
Penampilan di TMII tahun ini sekaligus menjadi penanda bahwa Gelar Seni Budaya Kabupaten Tegal akan tampil dengan format lebih lengkap pada tahun depan, seiring rencana kehadiran festival kuliner khas daerah.(*)