KETIK, MALANG – Upaya mengantisipasi bencana hidrometeorologi di Kota Malang tidak hanya dilakukan melalui kesiapan personel dan peralatan, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Hal itu diwujudkan Polresta Malang Kota melalui aksi nyata penanaman pohon di kawasan Lapangan Buring dan sepanjang bantaran Sungai Brantas, tepatnya di belakang GOR Ken Arok Kecamatan Kedungkandang, Jumat, 6 November 2026.
Kegiatan penanaman ini merupakan rangkaian lanjutan usai digelarnya Apel Siaga Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi yang melibatkan 357 personel gabungan. Aksi tersebut dipimpin langsung Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi bersama jajaran Pemkot Malang dan TNI.
Sasaran penanaman difokuskan pada area sekitar lapangan tempat apel hingga sepanjang kawasan tebing sungai yang memerlukan penguatan vegetasi.
Kombes Danang mengatakan, pelestarian lingkungan menjadi langkah preventif dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di Kota Malang.
"Melalui Green Policing, kami ingin membangun kepedulian bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari upaya mencegah bencana. Tidak hanya untuk penghijauan, tetapi juga membantu memperkuat tanah, menjaga resapan air, serta mengurangi erosi dan longsor khususnya di kawasna bantaran sungai," jelasnya.
Baca Juga:
Polresta Malang Kota Matangkan Program Poliran, Dorong Kemandirian Ekonomi WargaDirinya mengungkapkan, ada sebanyak 100 bibit pohon yang ditanam dengan jenis bervariasi. Terdiri atas 25 bibit mahoni, 25 bibit pohon tanjung, serta berbagai tanaman buah seperti alpukat, nangka, dan durian.
Dirinya mengungkapkan, kombinasi antara pohon keras dan tanaman buah memiliki fungsi ekologis serta ekonomis yang saling melengkapi. Akar pohon keras berperan penting mengikat struktur tanah dan mencegah erosi tebing sungai, sementara tajuknya berperan menjaga kualitas udara
Di sisi lain, tanaman buah dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan warga sekitar sekaligus memperluas keberadaan ruang hijau di tengah perkotaan.
"Kawasan bantaran sungai kami pilih sebagai sasaran penghijauan. Area tepi sungai membutuhkan pengelolaan vegetasi yang baik, untuk membantu menjaga kondisi tanah terutama saat intensitas hujan meningkat," ungkapnya.
Baca Juga:
Polresta Malang Kota Kukuhkan 57 Da'i Kamtibmas, Perkuat Keamanan Berbasis KeagamaanLewat Green Policing, diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan penanaman tetapi meluas menjadi gerakan bersama dalam merawat lingkungan. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat mampu memperkuat mitigasi bencana sekaligus mewujudkan Kota Malang yang hijau dan sehat.
"Kami tegaskan, bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga alam. Yaitu, melalui kepedulian dan aksi nyata terhadap lingkungan," tandasnya.