KETIK, MALANG – SMK Negeri 4 Malang memperkuat pembelajaran berbasis proyek dengan melibatkan langsung dunia industri. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar secara teori di dalam kelas, tetapi juga menghasilkan produk dan jasa yang memiliki nilai jual.
Program tersebut menjadi upaya sekolah dalam menyiapkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi dunia kerja.
Kepala SMKN 4 Malang, Dr. Drs. Gunawan Dwiyono, S.ST, M.Pd, mengatakan bahwa pembelajaran di sekolah saat ini tidak lagi berfokus pada aktivitas di dalam kelas semata, melainkan juga melalui praktik kerja industri (prakerin) yang mendorong siswa terlibat langsung dalam penyelesaian proyek nyata.
“Siswa tidak hanya mengerjakan tugas, tetapi menghasilkan karya nyata. Bahkan, sekarang sudah ada produk dan jasa yang bisa dijual,” ujarnya.
Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di BlitarSelain itu, keterlibatan industri turut memperkuat proses pembelajaran siswa. Mereka tidak hanya belajar dari guru di sekolah, tetapi juga mendapatkan pendampingan langsung dari mentor di dunia industri ketika mengalami kesulitan.
Dalam hal ini, guru berperan sebagai fasilitator yang menjembatani kebutuhan industri dengan proses belajar di sekolah.
Seiring penerapan sistem tersebut, capaian siswa juga menunjukkan hasil positif. Pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat provinsi, siswa SMKN 4 Malang berhasil meraih juara 2 pada bidang hotel reception serta juara 3 pada bidang IT Software Solutions for Business dan cyber security.
Prestasi ini menjadi salah satu indikator keberhasilan pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan sekolah.
Baca Juga:
DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali KotaDi sisi lain, SMKN 4 Malang juga terus menyesuaikan program keahlian dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman. Dari yang sebelumnya dikenal dengan jurusan teknik grafika, kini sekolah mengembangkan berbagai bidang seperti teknologi rekayasa, layanan jasa, hingga pariwisata, termasuk menghadirkan jurusan perhotelan sebagai salah satu program terbaru.
Dengan jumlah siswa yang mencapai sekitar 900 orang dalam satu angkatan, persaingan antar siswa, termasuk dalam seleksi masuk perguruan tinggi, menjadi cukup ketat. Kondisi ini mendorong sekolah untuk terus membekali siswa dengan kompetensi yang relevan agar mampu bersaing di berbagai bidang.
“Kami tidak hanya mengejar hasil akademik, tetapi bagaimana siswa memiliki kompetensi, etos kerja, dan tanggung jawab,” tambahnya.
Melalui pendekatan tersebut, SMKN 4 Malang berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki daya saing di dunia kerja maupun kewirausahaan. (*)