KETIK, GRESIK – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Gresik memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan simulasi tanggap darurat Emergency Response Drill Petrokimia Gresik 2026.
Kegiatan tersebut dinilai sebagai langkah nyata dunia usaha dalam memperkuat mitigasi bencana sekaligus melindungi masyarakat dari potensi dampak keadaan darurat.
Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Ketua FPRB Kabupaten Gresik, Danny Suteja, usai mengikuti simulasi yang digelar PT Petrokimia Gresik, Jumat, 19 Juni 2026.
Menurut Danny, tidak banyak perusahaan yang secara serius melakukan simulasi kedaruratan dengan melibatkan berbagai unsur eksternal maupun internal untuk menguji kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana.
"Kami FPRB menyampaikan apresiasi terhadap dunia usaha yang sudah mencoba mengupayakan mitigasi dampak risiko dari bahaya di tempat kerja," ujar Danny.
Baca Juga:
Launching Buku ‘Futuhus Sama’ dan Ngaji Sejarah, Cara PMII Atas Langit Daruttaqwa Gali Histori Lokal GresikIa juga mengapresiasi langkah Petrokimia Gresik yang membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan simulasi tanggap darurat tersebut.
Emergency Response Drill Petrokimia Gresik 2026 yang berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026, melibatkan sejumlah instansi eksternal dan internal Petrokimia Gresik Group.
Dari unsur eksternal, kegiatan tersebut diikuti oleh Rumah Sakit Semen Gresik, Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik, Rumah Sakit Ibnu Sina, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMK), Dinas Kesehatan, FPRB Kabupaten Gresik, serta sejumlah pihak lainnya sebagai observer maupun evaluator.
Baca Juga:
Belajar Mitigasi, Relawan LPBI PCNU se-Jatim dilatih SIG Pemetaan BencanaDanny mengungkapkan, salah satu pengurus FPRB bahkan turut dilibatkan sebagai evaluator untuk menilai efektivitas pelaksanaan simulasi dan memberikan masukan bagi perbaikan sistem penanganan kedaruratan.
"Salah satu pengurus kami juga menjadi evaluator yang bertugas mengevaluasi simulasi tanggap darurat tersebut," katanya.
Simulasi berlangsung di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Dharma Petrokimia Gresik dengan melibatkan puluhan personel yang menjalankan berbagai skenario keadaan darurat.
Dalam simulasi tersebut, petugas melakukan penanganan korban, koordinasi medis dengan rumah sakit rujukan, pengelolaan posko darurat, hingga proses rekapitulasi korban sebelum status kedaruratan dinyatakan aman.
Menurut Danny, simulasi kali ini tergolong penting karena menggunakan skenario kedaruratan level dua yang membutuhkan dukungan dan koordinasi lintas sektor, terutama dari klaster kesehatan.
"Yang menarik dari kegiatan ini adalah karena tergolong kejadian darurat level dua, sehingga Petrokimia Gresik melibatkan klaster kesehatan seperti sejumlah rumah sakit terdekat," jelasnya.
FPRB menilai simulasi semacam ini sangat penting untuk memastikan perusahaan memiliki sistem penanganan darurat yang teruji dan tidak mengalami kebingungan saat menghadapi kondisi sebenarnya.
Melalui latihan berkala, perusahaan dapat meningkatkan koordinasi, mempercepat respons, dan meminimalkan dampak yang mungkin timbul akibat suatu insiden atau bencana.
"Agar menjadikan tata laksana penanganan yang lebih baik sehingga dapat mengurangi dampak akibat kedaruratan yang ditimbulkan," pungkas Danny.
Sebagai informasi, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Gresik merupakan wadah kolaborasi unsur pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media dalam memperkuat upaya pengurangan risiko bencana di Kabupaten Gresik.(*)