KETIK, SURABAYA – Di tengah ketidakpastian nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang memukul banyak sektor importir, pelaku industri hiburan visual dan teknologi justru menunjukkan resiliensi. Hal ini dilakukan demi menjaga permintaan konsumen.

Salah satu merek yang bergerak di industri hiburan visual dan teknologi yang berhasil beradaptasi dengan kondisi ini adalah Mitra Visual Group (MVG). Mereka mencatat, terjadi pertumbuhan bisnis yang agresif hingga 70 persen secara year-on-year (YoY).

"Ini semua didorong oleh strategi keberanian berinvestasi lebih awal pada teknologi baru di Indonesia dibandingkan kompetitor," kata CEO MVG, Yafet Victor pada saat ditemui di Grand City Convex Surabaya, Sabtu, 27 Juni 2026.

Selain melakukan investasi, strategi lain untuk menggaet konsumen dengan mengikuti sejumlah pameran, salah satunya Surabaya Music Expo (SMEX) yang berlangsung mulai 25-28 Juni 2026.

"MVG juga bertransformasi, saat ini bukan hanya sekadar distributor barang. Tapi juga menjadi penyedia solusi menyeluruh bidang hiburan. Ini menjadi kunci utamanya dan memangkas margin keuntungan," lanjutnya.

Baca Juga:
100 Kloter Tiba di Debarkasi Surabaya, Ketua PPIH Sebut Proses Pemulangan Berjalan Lancar

Founder MVG, Denny Omen menambahkan, keikutsertaan mereka pada SMEX 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan arah baru industri hiburan berbasis teknologi.

"Selama pameran berlangsung, MVG menghadirkan pertunjukan yang memadukan lighting performance, visual mapping, LED show, serta integrasi sistem kontrol dalam satu produksi untuk memberikan gambaran penerapan teknologi pada penyelenggaraan acara profesional berskala besar," ujarnya. (*)

Baca Juga:
Persebaya Putuskan Ikut Piala Presiden 2026, Bakal Bertemu Para Mantan