Syarat Kredit Diperketat, Minat Beli Hunian Tetap Tinggi

Jurnalis: Fitra Herdian
Editor: Muhammad Faizin

16 Jul 2025 06:23

Thumbnail Syarat Kredit Diperketat, Minat Beli Hunian Tetap Tinggi
Ilustrasi - Salah satu unit properti sedang dibangun. (Foto: Fitra/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Wakil Ketua Umum (Waketum) Kadin Jawa Timur, Danny Wahid menjelaskan minat masyarakat dan angka pertumbuhan hunian hingga 2025 masih tinggi.

"Bisa 10 persen, mungkin bahkan bisa sampai 18 persen meningkatnya," kata Danny ketika dihubungi Ketik, Selasa, 15 Juli 2025.

Masih tingginya minat masyarakat untuk bisa membeli hunian, menurut Danny memang wajar. Sebab, rumah salah satu kebutuhan primer setiap manusia.

"Ya memang. Rumah kan salah satu kebutuhan dari sandang, pangan, dan papan. Selama manusia terus ada, maka kebutuhan akan hunian juga masih terus ada," jelasnya.

Baca Juga:
OJK Jabar Perkuat Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Pengembangan Ekonomi

Namun, katanya, minat masyarakat mencari hunian terbagi menjadi dua, investasi dan keinginan.

Menurut Danny, apabila sebagai investasi maka seseorang itu memang membeli properti ketika harga sedang turun, sedangkan untuk kebutuhan inilah yang masih tinggi peminatnya.

"Masih rumah tapak dan harga murah, tumbuhnya luar biasa. Hanya permasalahannya perusahaannya yang agar ruwet," beber mantan Waketum DPP REI 2020-2024 tersebut.

Menurutnya, di tengah tingginya minat masyarakat mencari hunian. Syarat dari pemberi kredit dalam hal ini bank sulit, terlebih kata Danny ada peran OJK di sana.

Baca Juga:
OJK Blokir 33 Ribu Rekening Judi Online, Dinilai Ancam Stabilitas Keuangan

"Saat dilihat sama OJK akan terlihat semuanya. Misalnya pernah pinjol, pay later, dan lain sebagainya harusnya tidak masuk disini," katanya.

Menurutnya, OJK seharusnya fokus melihat rekam jejak calon pembeli yang berhubungan dengan kredit rumah atau properti saja. Sehingga kredit lain yang tidak pernah berhubungan dengan properti tidak dimasukkan.

Di Surabaya, Danny Wahid menjelaskan, masyarakat membutuhkan rumah.

"Mana ada Surabaya propertinya enggak jalan. Cuman regulasinya. Jadi sekarang problemnya diperbankan, banyak user yang kena. Harusnya tidak kalau ngomong perbankan, karena tidak bisa tidak," terangnya.

Danny menilai, pertumbuhan ekonomi paling signifikan dilihat dari pembangunan properti. Hal ini dikarenakan dari uang pribadi masyarakat bukan negara.

"Ya itu, seharusnya pemerintah kalau sepakat. Pak Prabowo minta pertumbuhan ekonomi 8 persen ya harus dibangun. Harus diubah peraturannya. OJK tidak menakut-nakuti bank atau bank tidak takut sama OJK. Sekarang bank juga enggak bisa landing kredit," ungkap mantan Ketua DPD REI Jatim, 2017-2020 ini. (*)

Baca Sebelumnya

Bupati Situbondo Tinjau Progres Pembangunan Jembatan dan Bronjong di Desa Rajekwesi

Baca Selanjutnya

Ditinjau Komisi VII DPR RI, Bupati Malang Harap Ada Akselerasi di KEK Singhasari

Tags:

properti KADIN Kadin Jatim properti Surabaya OJK Danny Wahid

Berita lainnya oleh Fitra Herdian

Daftar Susunan Pemain Indonesia U-17, Siap Bawa Kemenangan Perdana Hadapi Timor Leste

13 April 2026 19:09

Daftar Susunan Pemain Indonesia U-17, Siap Bawa Kemenangan Perdana Hadapi Timor Leste

Mengintip Kegiatan 59 Jemaah Praktik Manasik di Asrama Haji Surabaya, Jadi Bekal ke Tanah Suci

13 April 2026 14:36

Mengintip Kegiatan 59 Jemaah Praktik Manasik di Asrama Haji Surabaya, Jadi Bekal ke Tanah Suci

Super League Hampir Berakhir, Bernardo Tavares Pilih Siapkan Musim Depan

12 April 2026 22:20

Super League Hampir Berakhir, Bernardo Tavares Pilih Siapkan Musim Depan

DKD Jawa Timur Gelar Sidparda 2026, Perkuat Peran Dewan Kerja Hadapi Era Perubahan

12 April 2026 18:19

DKD Jawa Timur Gelar Sidparda 2026, Perkuat Peran Dewan Kerja Hadapi Era Perubahan

Indonesia vs Timor Leste Jadi Laga Pertemuan Guru dan Murid di ASEAN U-17 2026

12 April 2026 08:40

Indonesia vs Timor Leste Jadi Laga Pertemuan Guru dan Murid di ASEAN U-17 2026

Persebaya Babak Belur Dihajar Persija 0-3 di SUGBK

11 April 2026 21:40

Persebaya Babak Belur Dihajar Persija 0-3 di SUGBK

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar