KETIK, LEBAK – Puskesmas Citorek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, menggelar kegiatan sunatan massal dan cek kesehatan gratis bagi masyarakat, Minggu 19 April 2026.
Kegiatan sosial tersebut disambut antusias warga yang datang sejak pagi hari untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Citorek, H. Dede, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Baca Juga:
Antusiasme Warga Warnai Kegiatan Sunatan Massal dan Layanan Kesehatan di Puskesmas Citorek“Alhamdulillah, pada kesempatan yang berbahagia ini kita dapat melaksanakan kegiatan sunatan massal dan cek kesehatan gratis dalam keadaan sehat. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” ujar H. Dede.
Ia juga menyampaikan bahwa meskipun Bupati Lebak tidak dapat hadir secara langsung, dukungan yang diberikan sangat besar, terutama dalam tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan.
“Bapak Bupati sangat mendukung kegiatan ini. Saat perencanaan, beliau memberikan respons yang luar biasa dan menugaskan jajaran terkait untuk memastikan kesiapan kegiatan berjalan dengan baik,” katanya.
H. Dede turut mengapresiasi kehadiran Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak beserta jajaran, termasuk Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang telah menurunkan tim tenaga medis profesional sehingga pelaksanaan sunatan massal dapat berjalan lancar.
Baca Juga:
51 Tenant Ekonomi Kreatif Siap Ramaikan Pameran Seba Baduy 2026 di Rangkasbitung“Dengan dukungan tim medis dari PPNI, pelaksanaan sunatan massal terhadap 23 peserta dapat dilakukan dengan cepat dan profesional,” jelasnya.
Foto bersama Kadis Kesehatan, pegawai Puskesmas Citorek dan PPNI Lebak. (Foto: Abdul Kohar/Ketik.com)
Selain itu, ia mengapresiasi peran aktif para kepala desa yang telah membantu menjaring peserta dari masyarakat, mengingat adanya keterkaitan dengan adat dan budaya setempat.
“Kegiatan ini tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan kepala desa. Mereka membantu dalam pendataan peserta, sehingga jumlah peserta bisa mencapai 23 orang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Citorek Barat, H. Jaro Karjaya, menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai sunatan massal ini sangat membantu masyarakat, baik dari kalangan mampu maupun tidak mampu.
“Kegiatan ini sangat luar biasa dan sangat membantu masyarakat kami. Ini menjadi contoh kegiatan sosial yang patut dilaksanakan secara rutin, minimal satu tahun sekali,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan sunatan di wilayah Citorek terdapat tradisi adat kesepuhan yang masih dijalankan masyarakat, termasuk kebiasaan membawa ayam sebagai bagian dari budaya setempat.
“Tradisi ini merupakan bagian dari kearifan lokal yang harus kita hormati. Jadi jika ada masyarakat yang membawa ayam, itu adalah bagian dari adat yang berlaku di sini,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap pelayanan di Puskesmas Citorek terus ditingkatkan, terutama dalam aspek pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan prinsip 3S, yakni senyum, sapa, dan salam.
“Kami berharap tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan terbaik, karena pada dasarnya yang dilayani adalah saudara kita sendiri,” katanya.
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai elemen, termasuk mahasiswa dan tokoh masyarakat, sebagai bagian dari konsep kolaborasi yang diusung Puskesmas Citorek dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Puskesmas Citorek dapat terus menjadi pusat pelayanan kesehatan yang andal dan semakin dekat dengan masyarakat.(*)