KETIK, PACITAN – Upaya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan peluang hujan di Jawa Timur belum memberikan dampak signifikan bagi Kabupaten Pacitan.
Sejak operasi dimulai pada Kamis, 3 September 2026, hingga Selasa, 29 September 2026, belum ada hujan yang turun di Kota 1001 Gua, sementara kondisi kekeringan masih terjadi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Yagus Tri Arso mengatakan operasi modifikasi cuaca yang sebelumnya dilakukan masih menyasar kawasan Bromo dan sekitarnya.
Dampaknya terhadap Pacitan hingga kini belum begitu signifikan.
“Masih menyasar karhutla di kawasan Bromo dan sekitarnya,” kata Yagus saat dikonfirmasi Ketik.com, Selasa, 29 September 2026.
Baca Juga:
Kodim 0813 Bojonegoro Salurkan 200.000 Liter Air Bersih ke Desa Terdampak KekeringanMenurutnya, salah satu kendala dalam upaya memicu hujan di Pacitan adalah ketersediaan bibit awan di wilayah selatan.
“Kalau dampak ke Pacitan belum begitu signifikan. Bibit awan di selatan tidak ada. Jadi agak susah memancing hujan,” ujarnya.
Meski dampaknya terhadap Pacitan belum signifikan, Yagus menyebut operasi modifikasi cuaca telah berhasil menjangkau sejumlah wilayah lain di Jawa Timur.
“Hujan buatan ini berhasil menjangkau sejumlah daerah seperti Malang Raya, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, hingga kawasan sekitar Gunung Bromo,” jelasnya.
Baca Juga:
KAHMI dan FORHATI Papua Barat Daya Buka Akses Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak KemarauWilayah tersebut tercatat merasakan dampak positif berupa turunnya hujan untuk menekan risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.
Sebelumnya, OMC di Jawa Timur telah menyebarkan 4,8 ton natrium klorida (NaCl) atau garam melalui enam kali penerbangan.
Bahan tersebut digunakan sebagai bahan semai untuk meningkatkan peluang terbentuknya hujan.
Setiap penerbangan membawa sekitar 800 kilogram bahan semai, dengan sasaran sejumlah kawasan pegunungan yang memiliki riwayat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kabupaten Pacitan menjadi salah satu wilayah yang masuk sasaran karena masih menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau.
Sebagai informasi, berdasarkan data pemantauan alat Automatic Rain Gauge (ARG) pada September 2026, Pacitan termasuk salah satu dari enam kabupaten di Jawa Timur yang menjadi sasaran prioritas.(*)