KETIK, MALANG – Geliat sport tourism terus nampak di Kota Malang. Terbukti hingga akhir tahun 2026 ini, GOR Ken Arok telah habis terpesan dengan beragam kegiatan olahraga.

Kepala Disporapar Kota Malang, Arif Tri Sastyawan menjelaskan banyak masyarakat yang ingin memanfaatkan fasilitas olahraga di GOR Ken Arok. Hal tersebut disebabkan oleh tarif sewa yang mudah dijangkau oleh masyarakat.

"Iya benar, sudah penuh sejak beberapa waktu lalu. Bukan terlalu murah, kan sudah ada standar harganya. Tapi memang karena antusias sekarang di Malang ini menjadi salah satu barometer sport tourism," ujar Arif, Sabtu 19 September 2026.

Kawasan GOR Ken Arok juga dinilai cocok untuk penyelenggaraan event besar seperti kompetisi futsal maupun basket. Selain itu, tidak mengganggu mobilitas di pusat Kota Malang.

"Jadi kalau ada peserta atau supporter dari luar kota, itu turun dari tol bisa langsung ke GOR Ken Arok. Tidak perlu sampai masuk ke tengah kota," lanjutnya.

Baca Juga:
Kebakaran Lahan dan TPS Marak di Kota Malang, Damkar Soroti Kebiasaan Warga Bakar Sampah

Kendati demikian, terdapat beberapa fasilitas perbaikan yang harus segera diselesaikan oleh Disporapar Kota Malang. Ia mencontohkan penerangan hingga toilet.

"Catatan kami, memang ada beberapa lampu mati. Yang kedua, perbaikan untuk toiletnya. Itu sudah saya sampaikan ke Komisi D DPRD Kota Malang, jadi ada anggaran perbaikannya di PAK ini," katanya.

Pada PAK APBD 2026, Disporapar Kota Malang mendapatkan tambahan anggaran Rp100–150 juta untuk perbaikan lampu. Anggaran ini tidak hanya dialokasikan untuk GOR Ken Arok, tetapi juga beberapa fasilitas olahraga lain di Kota Malang, termasuk Stadion Gajayana.

"Soalnya, para pekerja itu banyak yang ingin main tenis di malam hari setelah mereka pulang kerja. Biasanya, mau mainnya di atas jam 07.00 sampai jam 22.00 atau 23.00 WIB. Makanya penerangan itu juga perlu diperbaiki," tutupnya. (*)

Baca Juga:
Gelar Raker Perdana, D'Aambassador De Access Malang Siap Majukan Lembaga dengan Beragam Program Kerja