SPMB di Jombang Kacau, Oknum ASN Disdikbud hingga Komite Disinyalir Bawa Siswa Titipan

Jurnalis: Syaiful Arif
Editor: Rahmat Rifadin

6 Jul 2025 13:45

Thumbnail SPMB di Jombang Kacau, Oknum ASN Disdikbud hingga Komite Disinyalir Bawa Siswa Titipan
SDN Kepanjen 2 Jombang. (Foto: Syaiful Arif/Ketik)

KETIK, JOMBANG – Bobroknya sistem penerimaan murid baru (SPMB) sekolah dasar negeri di Kabupaten Jombang, menuai kritikan dari kalangan DPRD.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Syarif Hidayatullah, meminta Pemerintah Kabupaten Jombang segera memberikan perhatian serius terhadap persoalan penerimaan siswa baru terutama di SDN Kepanjen 2 yang dinilai sarat masalah.

Politisi Partai Demokrat yang akrab disapa Gus Sentot mengungkapkan, hampir setiap tahun proses PPDB atau SPMB di sekolah dasar tersebut menimbulkan keluhan masyarakat.

Menurutnya, sejumlah calon peserta didik yang berdomisili dekat sekolah justru tidak diterima, sementara siswa dari luar zona diterima meski jaraknya cukup jauh.

Baca Juga:
Luncurkan SPMB Jatim 2026! Empat Tahap Seleksi, Gubernur Khofifah Pastikan Lebih Transparan dan Berkeadilan

“Ini harus menjadi atensi khusus pemerintah daerah. Saya sudah meminta teman-teman di Komisi D DPRD Jombang untuk segera memanggil Dinas Pendidikan, minimal melakukan klarifikasi,” ujar Syarif saat ditemui.

Ia menuturkan, salah satu persoalan mendasar yang perlu dituntaskan adalah dugaan praktik titipan yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab di internal Dinas Pendidikan. Praktik semacam ini dinilai mencederai prinsip pemerataan akses pendidikan bagi warga sekitar sekolah.

“Saya mendengar sendiri ada indikasi titipan untuk memasukkan siswa ke SDN Kepanjen 2. Ini harus diperhatikan serius oleh Dinas Pendidikan agar tidak terjadi lagi,” katanya.

Politisi Partai Demokrat ini juga mempertanyakan dasar penolakan calon peserta didik yang tinggal di sekitar sekolah. Padahal, sistem zonasi atau domisili seharusnya mengutamakan domisili terdekat.

Baca Juga:
[FOTO] FRMJ Demo Pemkab dan DPRD Jombang: Masyarakat Disuruh Irit BBM, Pejabat Foya-Foya!

“Yang sekolah di sana banyak yang rumahnya jauh, datang naik mobil. Sementara anak-anak yang rumahnya dekat tidak diterima. Saya jadi penasaran, apakah ini karena masalah usia, administrasi, atau faktor lain,” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya berharap Komisi D DPRD Jombang segera menggelar rapat kerja bersama Dinas Pendidikan guna mencari solusi terbaik. “Ini harus jadi bahan evaluasi menyeluruh agar tidak terulang tiap tahun,” tegasnya.

Isu oknum orang dalam Disdikbud Kabupaten Jombang yang disinyalir menerima titipan calon siswa di SD Negeri Kota santri, dibenarkan salah satu operator panitia SPMB sekolah dasar negeri.

"Kalau itu benar adanya, oknum ASN di Disdikbud Jombang itu membawa sekitar 12-18 calon siswa untuk di "titipkan" di SDN favorit," tegasnya sembari meminta namanya tidak disebutkan.

Namun, dari calon siswa SDN favorit yang hendak dititipkan oknum orang penting di Disdikbud Jombang, hanya sekitar dua orang yang diterima. Karena, panitia SPMB dengan tegas menolaknya 

"Tidak hanya oknum orang Disdikbud yang membawa titipan calon siswa. Tapi oknum komite di SDN favorit juga diindikasikan membawa calon siswa dengan imbalan Rp4 juta per siswa," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Anggaran KONI Blitar Naik Gila-Gilaan, Prestasi di Porprov Jatim Malah Anjlok

Baca Selanjutnya

Bank Jatim Salurkan 455 Tenda untuk Menunjang Kegiatan Ekonomi di Car Free Day Situbondo

Tags:

Disdikbud Jombang SPMB Siswa Titipan DPRD Jombang Gus Sentot syarif hidayatullah demokrat jombang

Berita lainnya oleh Syaiful Arif

105 SD Jombang Diusulkan Revitalisasi 2026, Berikut Kriteria Sekolah Penerima

17 April 2026 12:20

105 SD Jombang Diusulkan Revitalisasi 2026, Berikut Kriteria Sekolah Penerima

Banyak Pejabat Kena OTT, KPK Turun ke Jombang

17 April 2026 11:28

Banyak Pejabat Kena OTT, KPK Turun ke Jombang

Pemkab Jombang Dituding Tebang Pilih, PKL Ditertibkan tapi Toko Modern Pelanggar Perda Dibiarkan

16 April 2026 11:51

Pemkab Jombang Dituding Tebang Pilih, PKL Ditertibkan tapi Toko Modern Pelanggar Perda Dibiarkan

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

13 April 2026 13:31

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

MBG di Jombang Belum Merata, Zulhas Ungkap Baru 15 Persen Sekolah Berbasis Agama Terlayani

10 April 2026 14:25

MBG di Jombang Belum Merata, Zulhas Ungkap Baru 15 Persen Sekolah Berbasis Agama Terlayani

Kronologi Kecelakaan Truk Muat Paket Seruduk Truk Pasir di Tol Jombang, Dua Meninggal

10 April 2026 10:53

Kronologi Kecelakaan Truk Muat Paket Seruduk Truk Pasir di Tol Jombang, Dua Meninggal

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend