KETIK, PACITAN – Niat baik tak selalu disambut tepuk tangan. Ada kalanya justru berbalas sinis, bahkan cibiran.
Hal itu sudah jadi makanan sehari-hari bagi anggota DPRD Pacitan, Ririn Subiyanti, yang memilih jalan politik untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat sekaligus mengangkat derajat perempuan.
Perjuangan perempuan di dunia politik diakui tidak pernah mudah.
Politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menjadi satu dari sedikit perempuan yang berhasil menembus dominasi politik laki-laki.
Baca Juga:
Kartini Berkebaya Bersepeda, Wali Kota Kediri Ajak Jaga Lingkungan di Peringatan Hari BumiDari total 45 anggota dewan, hanya empat perempuan yang duduk di kursi legislatif.
“Terjun ke dunia politik bagi perempuan seperti saya jujur sangat berat. Saya akui, butuh energi lahir batin,” curhat Ririn kepada Ketik.com, Selasa, 21 April 2026.
Berbagai tantangan harus ia hadapi, mulai dari stigma masyarakat hingga tingginya biaya politik.
Menurutnya, perempuan kerap dipandang sebelah mata ketika memilih jalur politik sebagai ruang pengabdian.
Baca Juga:
Dituntut Rp20 M soal Lahan Wisata Goa Gong, Pemkab Pacitan Siap Buka Ruang Dialog"Biaya politiknya tinggi, dan sebagai wakil rakyat perempuan tentu selanjutnya juga harus siap dibutuhkan 24 jam setiap hari,” ungkapnya.
Meski demikian, Ririn tidak bisa kembali kepermukaan.
Hadirnya dia tersebut di parlemen membuktikan bahwa perempuan masih memiliki ruang dan suara dalam pengambilan kebijakan daerah.
“Keberhasilan saya sebagai perempuan di legislatif ini tentu utamanya untuk mengangkat derajat perempuan Pacitan. Mengawal hak-hak kesetaraan bagi mereka yang kerap dipinggirkan," ujarnya.
Refleksi Hari Kartini
Momentum Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April menjadi refleksi bagi Ririn atas perjuangan perempuan masa kini.
Ibu tiga anak itu mengajak perempuan untuk tidak hanya mengenang sosok Raden Ajeng Kartini, tetapi juga meneladani semangatnya.
Menurutnya, perjuangan Kartini membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya.
Kini, perempuan justru memiliki lebih banyak akses dan peluang dibanding masa lalu.
“Bagaimana dengan kita, perempuan Indonesia masa kini? Yang semua fasilitas dan kemudahan ada di sekitar kita,” katanya.
Ia menilai tantangan saat ini bukan lagi soal akses, melainkan keberanian untuk melangkah dan mengambil peran, dengan dukungan keluarga dan lingkungan.
“Jangan hanya dilihat dari kebaya. Tapi semangat perjuangannya, nilai pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan literasi,” tuturnya.
Ririn optimistis, setiap perempuan bisa menjadi Kartini masa kini di bidangnya masing-masing.
“Monggo para ibu dan calon ibu, kita ambil bagian dari sejarah. Kita jaga Indonesia untuk generasi penerus yang bermartabat dan berdaya,” lanjutnya.
Lebih lanjut, dalam kesehariannya sebagai wakil rakyat, Ririn dikenal aktif di berbagai kegiatan sosial, mulai dari pengajian, santunan, pelatihan, layanan pengobatan gratis hingga pemberdayaan UMKM.
Ia berhasil membawa berbagai program DPRD provinsi dan pusat masuk ke Pacitan, seperti pembangunan infrastruktur, bantuan alat mesin pertanian, kebun bibit rakyat, hingga program pendidikan seperti PIP dan KIP.
“Selamat Hari Kartini kepada seluruh perempuan Indonesia. Selama ada kesempatan dan kemampuan, jangan pernah berkata tidak. Kalau bukan kita, siapa lagi? Jika tidak sekarang, kapan lagi,” tutupnya berpesan.(*)