KETIK, BLITAR – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menegaskan posisinya sebagai organisasi yang menaungi perusahaan media, bukan organisasi profesi wartawan. Penegasan tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) SMSI Jawa Timur 2026 yang digelar di Sidoarjo.
Ketua Umum SMSI, Firdaus, menekankan bahwa seluruh anggota dan pengurus perlu membangun pola pikir sebagai pelaku industri media yang berfokus pada pengembangan usaha, kemitraan, dan keberlanjutan bisnis perusahaan media.
Menurutnya, SMSI hadir sebagai wadah perusahaan media siber untuk memperkuat jaringan usaha dan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Karena itu, orientasi organisasi harus diarahkan pada penguatan industri media di tengah perubahan ekosistem digital yang berlangsung sangat cepat.
“SMSI adalah organisasi perusahaan media. Karena itu orientasinya adalah pengembangan usaha dan kerja sama antarperusahaan maupun dengan berbagai mitra strategis,” ujarnya, Rabu 24 Juni 2026.
Firdaus menjelaskan, aktivitas jurnalistik tetap menjadi tugas dan tanggung jawab wartawan di masing-masing perusahaan media. Sementara organisasi berperan mendorong pertumbuhan perusahaan media agar mampu bertahan dan berkembang dalam persaingan industri yang semakin ketat.
Baca Juga:
Bupati Bandung Ancam Segel Perusahaan yang Abaikan Kewajiban 10% Lahan untuk Kolam RetensiIa berharap seluruh anggota SMSI memiliki pemahaman yang sama mengenai arah organisasi sehingga dapat lebih fokus membangun kekuatan bisnis media secara kolektif.
Sementara itu, Ketua SMSI Jawa Timur, Sokip, menilai Rakerda menjadi momentum penting untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota.
Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak bisa dilepaskan dari kualitas dan kapasitas perusahaan media yang tergabung di dalamnya. Karena itu, peningkatan kemampuan pengelolaan media menjadi agenda yang harus terus didorong.
“Media anggota harus terus berkembang dan meningkatkan kapasitasnya. Jika media kuat, maka organisasi juga akan semakin dikenal dan memiliki peran yang lebih besar,” katanya.
Baca Juga:
UNAIR Gandeng Tiga RSUD, Perkuat Ekosistem Pendidikan Medis dan Layanan KesehatanRakerda diikuti ketua dan sekretaris SMSI kabupaten/kota se-Jawa Timur. Selain menjadi ajang konsolidasi organisasi, forum tersebut juga membahas sejumlah program kerja yang akan dijalankan pada periode mendatang.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Seminar Nasional yang digelar di Kampus Universitas Muhammadiyah Sidoarjo pada Selasa 23 Juni 2026. Dalam agenda tersebut juga dilakukan pelantikan Forum Pemimpin Redaksi (Pimred) SMSI Jawa Timur.
Pada kesempatan yang sama, SMSI Jawa Timur turut memperkenalkan Sistem Agregasi Regional melalui Agregator SMSI. Platform tersebut dirancang untuk mengintegrasikan dan menampilkan konten berita dari media-media anggota yang tersebar di berbagai daerah.
Kehadiran sistem ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antarmedia, memperluas distribusi informasi, serta meningkatkan daya saing media anggota di era digital. Dengan berbagai langkah tersebut, SMSI Jawa Timur optimistis dapat membangun ekosistem media siber yang lebih solid, modern, dan berkelanjutan.