KETIK, SUMENEP – SMP Negeri 1 Sumenep mulai menerapkan sistem absensi digital sebagai langkah memperkuat transformasi layanan pendidikan berbasis teknologi. Inovasi ini dihadirkan untuk menciptakan sistem administrasi sekolah yang lebih cepat, akurat, transparan, dan terintegrasi.

Melalui sistem tersebut, kehadiran siswa akan tercatat secara otomatis sehingga proses pendataan menjadi lebih efisien. Guru tidak lagi kesulitan melakukan rekapitulasi absensi, sementara orang tua dapat memantau kehadiran putra-putrinya di sekolah dengan lebih mudah.

Kepala SMP Negeri 1 Sumenep, Syaiful Rahman Dasuki, S.Pd., M.M.Pd, mengatakan, penerapan absensi digital tidak hanya bertujuan mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya disiplin di lingkungan sekolah. Di sisi lain, sistem ini diharapkan mampu mempererat kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mengawal proses pendidikan siswa.

"Melalui absensi digital, kami ingin menghadirkan layanan pendidikan yang lebih modern, terbuka, dan akuntabel. Orang tua bisa mengetahui kehadiran anaknya di sekolah sehingga sinergi antara keluarga dan sekolah dalam membentuk karakter disiplin serta tanggung jawab siswa dapat berjalan lebih optimal," ujarnya.

Menurutnya, sistem absensi digital juga memberikan rasa aman bagi orang tua karena dapat memantau kehadiran anak secara lebih efektif. Sementara bagi sekolah, inovasi ini menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kedisiplinan sekaligus memperkuat pengelolaan administrasi berbasis teknologi.

Baca Juga:
Kwarda Banten Perkuat Sinergi dengan Kwarcab Pandeglang, Matangkan Persiapan Jamnas 2026

Ke depan, SMP Negeri 1 Sumenep berkomitmen terus menghadirkan berbagai inovasi digital guna mendukung terciptanya lingkungan belajar yang adaptif, unggul, dan siap menjawab tantangan pendidikan di era digital.(*)

Baca Juga:
Kwarda Banten Perkuat Sinergi dengan Kwarcab Lebak, Dorong Transformasi Gerakan Pramuka