Dies Natalis ke-18, INKADHA Sumenep Teguhkan Tradisi Pesantren Menuju Kampus Global

4 September 2026 19:35 4 Sep 2026 19:35

Fery Purnomo, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Dies Natalis ke-18, INKADHA Sumenep Teguhkan Tradisi Pesantren Menuju Kampus Global

Suasana doa bersama dalam peringatan Dies Natalis ke-18 INKADHA Sumenep di Aula Darussalam, Jumat 4 September 2026. Kegiatan ini diikuti pimpinan kampus dan civitas akademika sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan INKADHA selama 18 tahun. (Foto: Fery Purnomo/Ketik)

KETIK, SUMENEP – Institut Kariman Wirayudha (INKADHA) Sumenep genap berusia 18 tahun. Momentum tersebut diperingati Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) INKADHA dengan menggelar Khatmil Qur'an dan doa bersama di Aula Darussalam INKADHA, Jumat, 4 September 2026.

Kegiatan berlangsung khidmat sejak pagi. Mengusung tema "Menguatkan Tradisi Pesantren, Mewujudkan Perguruan Tinggi Islam Berdaya Saing Global", acara tersebut diikuti civitas akademika INKADHA dan santri Pondok Pesantren Al-Karimiyah.

Rangkaian acara diawali dengan Khatmil Qur'an. Para santri bersama civitas akademika mengikuti pembacaan hingga penuntasan ayat suci Al-Qur'an sebagai bagian dari ungkapan syukur atas perjalanan INKADHA selama 18 tahun.

Ketua Panitia Pelaksana, Moh. Nurul Fauzi, mengatakan peringatan Dies Natalis tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat agar perkembangan perguruan tinggi tetap berpijak pada tradisi pesantren yang menjadi bagian penting dari identitas INKADHA.

"Usia 18 tahun menjadi momentum untuk bersyukur sekaligus melakukan refleksi. Di tengah perkembangan dunia pendidikan yang semakin modern, nilai dan tradisi pesantren tetap harus menjadi bagian dari perjalanan INKADHA," kata Fauzi.

Rektor Ingatkan Jati Diri Kampus

Rektor Institut Kariman Wirayudha, Zainollah, M.Pd., dalam sambutannya mengingatkan pentingnya mempertahankan identitas keislaman kampus. Ia berharap kemajuan INKADHA tetap berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai pesantren.

Zainollah juga menilai kualitas sumber daya manusia di lingkungan INKADHA terus mengalami perkembangan. Hal itu, kata dia, menjadi modal bagi kampus untuk menghadapi tantangan pendidikan dan persaingan yang semakin luas.

"Kita harus terus berkembang, tetapi identitas keislaman dan nilai kepesantrenan jangan sampai ditinggalkan. Dari sisi sumber daya manusia, saya melihat civitas akademika sudah memiliki kemampuan yang semakin baik untuk menghadapi tantangan zaman," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Karimiyah, K. Samiuddin, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren dan kemajuan akademik.

Ia menyebut usia 18 tahun sebagai fase penting bagi INKADHA untuk semakin matang dalam mengembangkan institusi. Namun, kemajuan akademik menurutnya tidak boleh membuat kampus menjauh dari akar kepesantrenan.

"Prestasi akademik memang penting, tetapi fondasi pesantren dan keberkahan Al-Qur'an harus tetap dijaga. Kemajuan keilmuan dan tradisi pesantren seharusnya berjalan bersama," tuturnya.

Dies Natalis Jadi Momentum Percepatan

Ketua Senat Institut Kariman Wirayudha Sumenep, Prof. H. Ahmad Mulyadi, M.Ag., turut memberikan arahan dalam kegiatan tersebut.

Ia menilai perjalanan 18 tahun INKADHA menjadi modal penting untuk melakukan evaluasi sekaligus mempercepat pengembangan institusi. Menurutnya, tantangan perguruan tinggi ke depan membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter kuat.

Prof Ahmad menekankan pentingnya menggabungkan kedalaman tradisi pesantren dengan kompetensi akademik. Perpaduan tersebut dinilai dapat menjadi bekal bagi lulusan untuk menghadapi persaingan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Tradisi pesantren memberikan fondasi karakter, sementara kemampuan akademik menjadi bekal untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Keduanya perlu diperkuat agar lulusan mampu menjawab tantangan yang semakin luas," jelasnya.

Potong Tumpeng Jadi Penanda Puncak Acara

Peringatan Dies Natalis ke-18 kemudian ditandai dengan pemotongan tumpeng. Prosesi tersebut menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan INKADHA yang telah memasuki usia 18 tahun.

Pemotongan tumpeng dilakukan secara simbolis oleh unsur pimpinan yayasan, rektorat, dan senat. Potongan tumpeng kemudian diserahkan kepada perwakilan civitas akademika dan organisasi mahasiswa.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama. Doa dipanjatkan untuk kemajuan INKADHA agar terus berkembang menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul tanpa kehilangan akar tradisi pesantren.

Melalui momentum Dies Natalis ke-18 ini, INKADHA juga diharapkan mampu melahirkan lulusan yang berakhlak, memiliki kompetensi akademik, serta mampu bersaing di tingkat nasional hingga global.(*)

Tombol Google News

Tags:

Dies Natalis Ke-18 Inkadha Sumenep Teguhkan Tradisi Pesantren Menuju Kampus Global Dies Natalis Inkadha Tradisi Pesantren Pendidikan Islam Sumenep Berita sumenep Info Sumenep