Sleman Pamerkan Kekuatan Batik dan Lurik, 15 Desainer Muda Nasional Perebutkan Mahkota Jogja Fashion Parade 2025

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Rahmat Rifadin

10 Des 2025 19:15

Thumbnail Sleman Pamerkan Kekuatan Batik dan Lurik, 15 Desainer Muda Nasional Perebutkan Mahkota Jogja Fashion Parade 2025
Parmilah Harda Kiswaya atau Mila Harda (jilbab merah), Ketua Dekranasda Kabupaten Sleman, menyerahkan hadiah kepada Tiara Yusita Wijayanti, Juara 2 JFP Fashion Design Competition Batik dan Lurik Sleman 2025 di Sleman City Hall, Rabu 10 Desember 2025. (Foto: Diskominfo Sleman for Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Panggung mode nasional kembali menyorot Kabupaten Sleman. Sebanyak 15 perancang busana muda terbaik dari seluruh Indonesia menampilkan karya-karya inovatif mereka dalam Grand Final Jogja Fashion Parade (JFP) Fashion Design Competition Batik dan Lurik Sleman 2025 di Sleman City Hall, Rabu 10 Desember 2025.

Ajang ini merupakan puncak dari program ambisius Pemerintah Kabupaten Sleman, "Gerbang Baru Sleman: Gerakan Bangga Berbatik dan Lurik," yang bertujuan mengangkat wastra lokal, khususnya batik dan lurik, menjadi busana kerja modern yang elegan dan aplikatif.

Inovasi Busana Kerja Modest Lintas Wilayah
Dari total 526 pendaftar se-Nusantara, 15 semifinalis terpilih berkompetisi dengan tema Busana Kerja Modest (Modest Office Look).

Para peserta datang dari berbagai wilayah, mulai dari Palembang, Jambi, Malang, Ngawi, Magelang, Surabaya, Purbalingga, Pati, hingga Sleman sendiri.

Baca Juga:
Era Bupati Harda Kiswaya, Sleman Jamin Stabilitas Pangan dan Harga Hingga Idul Fitri

Foto Ketua Harian Dekranasda DIY, GKBRAyA Paku Alam menyampaikan sambutan dan membuka Grand Final Jogja Fashion Parade (JFP) 2025. 
(Foto: Diskominfo Sleman for Ketik.com)Ketua Harian Dekranasda DIY, GKBRAyA Paku Alam menyampaikan sambutan dan membuka Grand Final Jogja Fashion Parade (JFP) 2025. (Foto: Diskominfo Sleman for Ketik.com)

Mereka diuji dalam merancang pakaian kerja yang wajib menggunakan batik dan lurik Sleman sebagai bahan utama.

Ketua Dekranasda Kabupaten Sleman, Parmilah Harda Kiswaya yang akrab di panggil Mila Harda menyampaikan apresiasi tinggi terhadap proses kreatif para desainer. Ia menegaskan, kompetisi ini tidak sekadar ajang lomba, tetapi merupakan wadah bagi generasi muda untuk berkarya dan mengembangkan kreativitas berbasis wastra lokal.

"Ini adalah momentum penting untuk menghadirkan karya inovatif yang memadukan kekayaan budaya Sleman dengan mode modern," ujar Mila dalam sambutannya.

Baca Juga:
Pemkab Sleman Perketat Pengawasan Pangan, Temukan Formalin di Pasar dan Swalayan

Kehadiran perwakilan Dekranasda dari berbagai daerah, akademisi, dan pelaku industri kreatif mempertegas komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan wastra Sleman.

Dorongan Menuju Kota Fashion Dunia

Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Harian Dekranasda DIY, Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati (GKBRAyA) Paku Alam. Istri dari Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X ini menekankan bahwa upaya mengangkat wastra adalah upaya menjaga identitas budaya.

Foto Panitia, juri, dan perwakilan dari Disperindag Sleman serta Dekranasda Sleman berfoto bersama di Grand Final Jogja Fashion Parade (JFP) Fashion Design Competition Batik & Lurik Sleman 2025. Acara ini menjadi puncak dari upaya memperkuat posisi Sleman sebagai barometer fashion berbasis batik dan lurik. (Foto: Diskominfo Sleman for Ketik.com)Panitia, juri, dan perwakilan dari Disperindag Sleman serta Dekranasda Sleman berfoto bersama di Grand Final Jogja Fashion Parade (JFP) Fashion Design Competition Batik & Lurik Sleman 2025. Acara ini menjadi puncak dari upaya memperkuat posisi Sleman sebagai barometer fashion berbasis batik dan lurik. (Foto: Diskominfo Sleman for Ketik.com)

"Monggo kita sama-sama untuk melakukan kegiatan mendunia, tingkatkan semangat. Jadikan acara ini menjadi langkah awal Yogyakarta kota fashion dunia,” tegas GKBRAyA Paku Alam.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Mae Rusmi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dekranasda Sleman dan Asmat Pro Group, serta didukung oleh Bank Indonesia Kanwil DIY dan Sleman City Hall. Ia berharap melalui program ini, pemanfaatan batik dan lurik Sleman semakin meluas, khususnya sebagai alternatif busana kerja modern di berbagai instansi.

Siswanti dari Purbalingga Raih Juara Utama

Tahap penjurian dilakukan oleh tiga praktisi mode nasional ternama: Afif Syakur, Phillip Iswardono, dan Wiwid Hosanna. Mereka menilai mulai dari kreativitas desain, teknik konstruksi, hingga seberapa aplikatif wastra tersebut diubah menjadi busana kerja yang elegan.

Setelah melalui penilaian, dewan juri mengumumkan pemenang. Predikat Harapan 3 diraih oleh Human Jasir asal Jambi, Harapan 2 oleh Lu’lu’ul Nabilah dari Purwakarta, dan Harapan 1 oleh Sauma Syaqiyyatul Jannah dari Semarang. Untuk kategori juara utama, Nabila Bunga dari Malang menjadi Juara 3, Tiara Yusita Wijayanti dari Sleman meraih Juara 2, dan Siswanti dari Purbalingga berhasil menjadi Juara 1.

JFP Fashion Design Competition diharapkan dapat terus menjadi katalisator bagi ekosistem industri mode berbasis wastra nusantara, membawa batik dan lurik Sleman menjadi inspirasi dan kekuatan mode Indonesia di kancah yang lebih luas. (*)

Baca Sebelumnya

Situbondo Raih Penghargaan Kabupaten Terinovatif Kemendagri

Baca Selanjutnya

Dari Panggung ke Bisnis, Eks JKT48 Riskha Fairunissa Sukses Kelola Pusat Oleh-Oleh Terbesar di Kota Batu

Tags:

Batik Sleman Lurik Sleman Jogja Fashion Parade 2025 JFP Dekranasda Sleman Fashion Design Competition Wastra Nusantara Busana Kerja Modest Siswanti Purbalingga GKBRAA Paku Alam Disperindag Sleman Industri Fashion Indonesia

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

8 April 2026 08:20

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar