KETIK, SLEMAN – Kabupaten Sleman bersiap menjadi pusat perhatian insan pendidikan nasional. Untuk pertama kalinya, wilayah ini dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan agenda akbar Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026.

Forum berskala nasional yang didukung oleh Lingkar Daerah Belajar tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu hingga Kamis, 1–2 Juli 2026, berpusat di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan (Disdik).Sleman, Dwi Warni Yuliastuti AP MPd menjelaskan bahwa penunjukan Sleman sebagai lokasi KPI kedua ini menjadi momentum berharga. Jika perhelatan perdana sebelumnya sukses digelar di Jakarta, kini giliran Pemerintah Kabupaten Sleman yang mendapat kehormatan menjadi pelaksana kolaborasi daerah yang pertama.

"Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 ini adalah kali penyelenggaraan yang kedua. Kalau yang pertama di Jakarta. Ini adalah tahun pertama yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dan ini kalau bahasa Jawanya adalah Bapak Bupati kersa ngunduh pelaksanaan Konferensi Pendidikan Indonesia untuk tahun 2026 bertempat di Sleman," ujar Dwi Warni saat memberikan keterangan Kamis 4 Juni 2026.

​Ekosistem Inklusif Masyarakat Sembada

Baca Juga:
Cara Sleman Racik Sejarah Jadi Hiburan Estetik Malam Hari

Dalam keterangannya, Dwi Warni mengungkapkan bahwa KPI 2026 mengusung tema besar "Membangun Ekosistem Pendidikan untuk Masyarakat Sembada". Menurutnya, pemilihan tema tersebut sangat kontekstual dengan arah gerak pembangunan daerah setempat.

"Tema ini sangat selaras dengan semangat Kabupaten Sleman yaitu membangun masyarakat yang berdaya, sejahtera, dan memiliki kesempatan pendidikan yang semakin berkualitas, inklusif, serta berkelanjutan," jelasnya.

Pendidikan yang ideal dinilai tidak akan bisa berjalan optimal jika bergerak secara parsial. Dwi Warni menekankan pentingnya gotong royong lintas sektor demi menyukseskan transformasi ini.

"Kami percaya bahwa pendidikan tidak dapat bergerak sendiri, dibutuhkan kerja bersama antara pemerintah, sekolah, masyarakat, komunitas, dunia usaha, akademisi, media, dan juga anak-anak sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan," tambahnya.

Baca Juga:
Lautan Jemaah Padati Lapangan Denggung Sleman, Khusyuk Laksanakan Salat Iduladha 1447 H

Forum nasional ini hadir sebagai ruang bersama untuk berbagi praktik baik, mendiskusikan tantangan, serta melahirkan komitmen nyata yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
Daya tarik KPI 2026 dipastikan semakin kuat dengan rencana kehadiran lima menteri sekaligus yang dijadwalkan ikut mengawal jalannya konferensi.

Kehadiran para menteri tersebut menegaskan betapa strategisnya agenda transformasi yang dibahas. Selain jajaran kabinet, pihak panitia mencatat target peserta yang akan memadati lokasi acara di UNY mencapai lebih dari 350 peserta undangan.

Sedangkan peserta resmi tersebut datang dari latar belakang yang sangat luas, mulai dari unsur pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, pengawas sekolah, tenaga kependidikan, komunitas pendidikan, akademisi, hingga perwakilan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Tidak ketinggalan, unsur media massa, legislatif, pemerintah pusat, serta peserta terpilih dari Poster Gagasan Inovasi juga turut ambil bagian. Di luar undangan resmi, KPI 2026 juga membuka ruang partisipasi bagi peserta umum seperti mahasiswa, pemerhati pendidikan, komunitas, dan masyarakat luas.

Bahas Isu Krusial hingga Tour Sleman

Konferensi ini dirancang dengan format yang sangat interaktif dan dinamis, bukan sekadar menjadi forum diskusi searah. Rangkaian kegiatannya dikemas ke dalam sepuluh format interaktif, meliputi dialog berpihak kepada anak, rembug daerah, studio intervensi, belajar dari anak, poster gagasan inovasi, pameran kerja barengan, kunjungan belajar, janji publik pemangku kepentingan, hingga refleksi daerah.

Khusus untuk Pameran Sleman Sembada, kepanitiaan akan melibatkan sinergi dari 17 kapanewon se-Kabupaten Sleman dengan dukungan penuh dari para panewu setempat.
​Isu-isu krusial yang menyangkut masa depan generasi bangsa akan dikupas tuntas dalam ruang-ruang diskusi.

Beberapa di antaranya adalah kesempatan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau, hubungan pendidikan dengan perubahan iklim, tantangan disrupsi teknologi, serta tata kelola dan anggaran pendidikan. Selain itu, isu gender, disabilitas, dan inklusi sosial dipastikan menjadi perhatian lintas tema agar sistem pendidikan ke depan semakin berpihak kepada semua anak, termasuk kelompok rentan.

Sebagai pelengkap dari acara puncak tersebut, para peserta nantinya akan diajak menyegarkan pikiran melalui agenda Tour Sleman yang dilaksanakan pada Jumat, 3 Juli 2026. Agenda penutup ini digarap secara khusus melalui kolaborasi erat dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman.

Jauh sebelum acara puncak ini dimulai, pihak panitia sebenarnya juga telah melaksanakan wadah pemanasan diskursus berupa kegiatan Pra-KPI berbentuk webinar kebijakan pendidikan daerah secara daring yang sukses digelar pada 28 April dan 12 Mei 2026 lalu.

Dwi Warni berharap peran aktif media massa dalam menggemakan KPI 2026 mampu memperluas keterlibatan publik demi masa depan generasi penerus.

"Peran media dan sobat media tentunya sangat penting dalam menyampaikan praktik baik pendidikan, memperluas partisipasi publik, dan juga membangun kesadaran bersama bahwa transformasi pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama," pungkasnya. (*)