KETIK, SLEMAN – Kabupaten Sleman kembali menunjukkan taringnya dalam transformasi digital nasional. Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kemendagri, Teguh Setyabudi, memberikan apresiasi tinggi atas progres aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Sleman yang dinilai melampaui ekspektasi.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung saat Teguh meninjau proses aktivasi IKD di Pendopo Parasamya, Kamis 30 April 2026. Kehadiran Dirjen Dukcapil disambut hangat oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, beserta jajaran Sekda dan perwakilan Bank Indonesia DIY

Angka yang Berbicara: Prestasi Adminduk Sleman

Bukan sekadar pujian kosong, apresiasi ini didasarkan pada data capaian yang sangat impresif. Sleman membuktikan komitmennya dalam menata data kependudukan melalui angka aktivasi IKD yang telah mencapai 19,45% dari total wajib KTP, yang menjadikannya salah satu yang tertinggi di kelasnya. Selain itu, cakupan perekaman KTP-el di wilayah ini juga menyentuh angka fantastis, yakni sebesar 99,8%.

Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi (tengah) bersama Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa (kanan) saat memimpin rapat koordinasi digitalisasi bantuan sosial berbasis Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Sleman. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

Baca Juga:
110 Anak Sleman Ikuti Khitanan Massal Spesial Hari Jadi

"Saya mengapresiasi dan berterima kasih atas pelayanan Adminduk Kabupaten Sleman yang sangat bagus. Capaian ini adalah modal kuat untuk mewujudkan layanan publik yang lebih cepat, aman, dan transparan," ujar Teguh Setyabudi.

Digitalisasi Bansos: Tepat Sasaran, Minim Penyimpangan

Tinjauan ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan bagian dari program piloting nasional perluasan digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos). Dengan IKD, verifikasi data tidak lagi memerlukan berkas fisik yang rumit, melainkan cukup melalui sistem digital yang terintegrasi.

Teguh menjelaskan bahwa efisiensi bukan satu-satunya tujuan, melainkan target utamanya adalah akuntabilitas. Dengan data yang akurat, bansos dipastikan sampai ke tangan yang benar tanpa ada drama data ganda atau salah sasaran.

Baca Juga:
Staf Ahli Ahmad Aziz Setia Ade Putra Dilantik, Resmi Jabat Pj Sekda Cilegon

Respons Wabup: Digitalisasi Adalah Keharusan

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menegaskan bahwa terpilihnya Sleman sebagai lokasi piloting nasional merupakan tantangan sekaligus peluang. Menurutnya, beradaptasi dengan teknologi adalah cara agar daerah tidak tertinggal. Ia menekankan bahwa negara yang menutup mata terhadap perkembangan digital pasti akan tertinggal, karena digitalisasi dalam pelayanan masyarakat sudah tidak bisa dihindari lagi.

Menjawab kekhawatiran masyarakat soal keamanan data pribadi, Danang menjelaskan bahwa Sleman menerapkan skema Digital Public Infrastructure (DPI). Sistem ini dirancang khusus untuk memperkuat proteksi data sehingga risiko penyalahgunaan dapat diminalisir sekecil mungkin.

Harapan ke Depan

Melalui integrasi IKD dan sistem DPI, Pemkab Sleman optimis dapat menghadirkan ekosistem pelayanan publik yang "anti-ribet". Kini, warga Sleman tidak hanya memiliki identitas di dalam dompet, tetapi juga identitas digital yang berdaulat dan aman di dalam genggaman ponsel mereka.(*)