Setelah Sri Lanka, Kini Giliran Pakistan Terkena Krisis Ekonomi

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Irwansyah

5 Jan 2023 09:13

Thumbnail Setelah Sri Lanka, Kini Giliran Pakistan Terkena Krisis Ekonomi
Ilustrasi suasana mall yang sepi. (Foto: Istimewa)

KETIK, JAKARTA – Satu persatu negara Asia mulai terkena dampak krisis ekonomi global. Setelah sebelumnya Sri Lanka, kini giliran Pakistan yang ekonominya porak poranda.

Negara di asia selatan tersebut kini terpaksa harus menutup pusat perbelanjaan seperti mall dan toko dengan jam operasional yang lebih singkat.

Dimana toko harus tutup pukul 20:30 dan restoran pukul 22:00. Hal ini dilakukan oleh pemerintah Pakistan untuk menghemat pemakaian energi."

Langkah-langkah yang disetujui kabinet diharapkan dapat menyelamatkan negara," kata Menteri Pertahanan Khawaja Asif.

Baca Juga:
Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Ekonomi Jatim Terancam Melambat: DPRD Desak Mitigasi

Selain itu kantor-kantor dan departemen pemerintah sendiri ditargetkan harus menghemat pemakaian listrik hingga 30 persen.

Selain itu produksi bola lampu yang tidak efisien juga dilarang mulai Februari. Aturan soal kipas angin, yang menjadi salah satu penyebab puncak penggunaan listrik musim panas sebesar 29.000 megawatt (MW), juga akan keluar Juli.

Dengan berbagai upaya yang telah ditempuh diharapkan dapat menghemat sekitar US$273 juta atau sekitar sekitar Rp4,25 triliun. Cadangan devisanya sekarang hampir tidak menutupi impor sebulan, yang sebagian besar untuk pembelian energi.

Diketahui, total cadangan devisa cair Pakistan akhir bulan lalu mencapai US$11,7 miliar. Sekitar $5,8 miliar di antaranya berada di bank sentral, setengah dari nilai cadangan devisa yang dipegang pada awal tahun 2022. Pakistan sendiri terancam gagal bayar. Ini setelah pendanaan IMF sekitar US$ 1,1 miliar ditunda di November.

Baca Juga:
Perkuat Daya Tahan Ekonomi di Tengah Tekanan Pendapatan, Gubernur Khofifah Bagi-Bagi Bensin Gratis untuk 200 Ojol

Sebelumnya, pemerintah telah mencoba untuk menstabilkan ekonomi dengan membatasi impor dan inflasi yang tinggi selama beberapa dekade. Hal ini dipicu juga dengan penurunan nilai mata uang yang cepat sehingga membuat impor menjadi lebih mahal sementara harga konsumen telah meningkat 25% secara yoy pada paruh pertama tahun fiskal, atau 1 Juli hingga 31 Desember. (*)

Baca Sebelumnya

Amblesnya Tanah di Surabaya Bukan Bencana Geologi

Baca Selanjutnya

Hebat! dr Dwi Yanti Elok Sulap RS TNI Jadi Lebih Homey

Tags:

Pakistan Ekonomi Resesi krisis global IMF

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar