KETIK, MALANG DISCLAIMER - Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang pria lanjut usia (lansia) tewas tertabrak Kereta Api (KA) Arjuno Ekspres di perlintasan rel Jalan Sembilang, Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Rabu pagi, 22 Juli 2026. Kejadian ini pertama kali diketahui oleh saksi petugas penjaga palang pintu yang mendapat laporan dari warga. 

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin, mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.38 WIB. Setelah mendapat informasi dari warga, saksi langsung mendatangi lokasi korban tertabrak. 

"Posisi korban berada di sisi timur jalur rel Blimbing-Singosari KM 43+900 dengan kondisi sudah tergeletak meninggal. Selanjutnya, saksi melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian," jelasnya saat dikonfirmasi oleh Ketik.com.

Tidak berselang lama, petugas gabungan dari Polsek Blimbing bersama Tim Identifikasi (INAFIS) Polresta Malang Kota dan tim medis tiba di lokasi kejadian. Dari hasil olah TKP, identitas korban  diketahui berinisial GS (77), warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang. 

Baca Juga:
Buntut Ucap 'Lu Punya Otak Nggak', Hotman Paris Resmi Dilaporkan PWI Malang Raya

"Berdasarkan bukti rekaman CCTV di sekitar TKP, terungkap korban sengaja rebah atau tidur di atas rel saat kereta Arjuno Ekspres arah Malang ke Surabaya akan melintas. Tubuh korban sempat terseret sejauh kurang lebih dua meter," ungkapnya. 

Usai dilakukan olah TKP, jenazah korban segera dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA). Kemudian, Polsek Blimbing segera berkoordinasi menghubungi pihak keluarga korban. 

Sementara itu, Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono membenarkan adanya kejadian tersebut. Setelah mengalami insiden tersebut, KA Arjuno Ekspres sempat berhenti sebentar di lokasi untuk melakukan pemeriksaan rangkaian kereta dan lokomotif. 

"Ini merupakan bagian dari prosedur keselamatan operasional. Setelah dinyatakan aman, perjalanan kereta kembali dilanjutkan," terangnya. 

Baca Juga:
Penuhi Panggilan Polisi, Yakuza Maneges Diperiksa Sebagai Pelapor Dugaan Pornografi Icha Cellow

Akibat kejadian tersebut, perjalanan KA 66F Arjuno Ekspres mengalami keterlambatan sekitar 2 menit. Dalam kesempatan tersebut, Mahendro mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas sedekat mungkin dengan jalur rel.

"Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas insiden yang terjadi. Dalam kesempatan ini, kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur rel karena membahayakan keselamatan diri sendiri dan dapat mengganggu operasional perjalanan kereta api," tandasnya. (*)