Sempat Naik Tajam, Kini Harga Batu Bara Anjlok

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Rudi

2 Feb 2023 09:09

Thumbnail Sempat Naik Tajam, Kini Harga Batu Bara Anjlok
Penambangan Batu Bara. (Foto: Tom Fisk)

KETIK, SURABAYA – Setelah beberapa waktu lalu harga batu bara RI sempat melesat naik akibat perang yang berkecambuk antara Rusia dan Ukraina, kini harga batu bara terus mengalami penurunan hingga berada di level US$ 240 per ton. Harga ini mendekati nilai batu bara saat sebelum perang.

Pada perdagangan Rabu (1/2/2023), harga batu kontrak Maret di pasar ICE Newcastle ditutup di US$ 240,75 per ton. Harganya turun 1,39% dibandingkan hari sebelumnya.

Pelemahan tersebut memperpanjang tren negatif batu bara yang sudah melemah sejak Senin pekan ini. Dalam tiga hari perdagangan tersebut, harga batu bara anjok 9,6%.

Seperti diketahui, perang Rusia-Ukraina yang dimulai 24 Februari 2022 melambungkan harga batu bara hingga menembus rekor dua kali yakni pada Maret dan September 2022. Rekor terakhir tercipta pada 5 September 2022 di posisi US$ 463,75 per ton.

Baca Juga:
Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

Rabu (1/2/2023) harga batu bara ditutup pada harga US$ 240,75 per ton. Penurunan harga ini menandai berakhirnya masa kejayaan batu bara RI.

Melansir data Refinitiv, rata-rata harga batu bara setelah perang hingga Januari ada di kisaran US$ 366, 85 per ton. Batu bara memang sempat jatuh di bawah US$ 240,75 per ton. Namun, itu hanya terjadi dua kali yakni pada 18 Maret (US$ 240) dan 21 Maret 2022  (US$ 220,6).

Analis Industri Bank Mandiri Ahmad Zuhdi menjelaskan anjloknya harga batu bara diakibatkan beberapa faktor. Antara lain  spekulasi investor, ancaman perlambatan ekonomi, permintaan yang masih lemah, serta melemahnya harga gas sebagai competitor.

"Memang faktor Utama anjlok ini karena ada spekulasi investor yang berubah terkait komoditas. Demandnya masih lemas, dan global economic slowdown masih ada. Harga substitusi sudah turun jadi ya cepat atau lambat memang akan terkoreksi harga batu bara," tutur Zuhdi.

Baca Juga:
Trump Klaim Selamatkan Pilot F-15 di Pegunungan Iran, Teheran Bantah

Harga batu bara saat sebelum perang Rusia dan Ukraina (2014-akhir 2021) lebih banyak bergerak di kisaran US$ 100-200. Pengecualian terjadi pada awal hingga pertengahan Oktober 2021 di mana harga batu bara sempat  bergerak di  kisaran US$ 220-260 per ton. Melihat harga batu bara saat ini dapat dilihat jika harganya mendekati saat sebelum perang berkecambuk di negara bekas Uni Soviet tersebut.

Beberapa lembaga melihat jika permintaan batu bara pada tahun ini akan terus melandai, terutama permintaan dari Eropa. Laporan lembaga think thank lingkungan hidup Ember memperkirakan produksi listrik dari sumber energi fosil di Uni Eropa akan turun 20% pada tahun ini.

Ancaman resesi serta kenaikan produksi listrik dari energi baru terbarukan akan membuat energi fosil tersingkir kembali.(*)

Baca Sebelumnya

Kapolda Jatim Cek Langsung Stadion Gelora Delta Sidoarjo

Baca Selanjutnya

Jaksa Hadirkan 60 Saksi Polisi, Kasus Tragedi Kanjuruhan

Tags:

Batu Bara eropa turun perang Rusia ukraina

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H