KETIK, TULUNGAGUNG – GOR Lembu Peteng bersalin rupa menjadi lautan semangat pada Minggu pagi 3 Mei 2026. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, hadir langsung untuk membuka gelaran Senam Sehat dan Festival Permainan Tradisional yang diinisiasi PC Fatayat NU Tulungagung.

Suasana hangat menyelimuti area GOR sejak fajar menyingsing. Selain Plt. Bupati, hadir pula jajaran tokoh penting seperti Kepala Dispora Tulungagung, Ahmad Mugiyono, Ketua PCNU Tulungagung, serta perwakilan Badan Otonom (Banom) NU lainnya termasuk GP Ansor.

Ratusan kader Fatayat dari berbagai penjuru daerah tampak memadati lokasi dengan antusiasme yang luar biasa.

Ketua Panitia, Arista Dwi Saputri, mengungkapkan bahwa agenda ini bukan sekadar ajang olahraga biasa, melainkan jembatan sinergitas bagi seluruh anggota.

”Melalui senam sehat ini, kami ingin merajut kembali tali silaturahmi yang kuat, sekaligus memastikan seluruh kader Fatayat tetap bugar secara fisik dan prima secara mental,” ungkapnya dalam laporan pembukaan.

Baca Juga:
Bersih Desa Sekaligus Lestarikan Tradisi, Pemdes Gedangan Tulungagung Gelar Wayang Kulit Semalam Suntuk

Apresiasi dan Pelestarian Budaya

Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin memberikan apresiasi mendalam atas inisiatif Fatayat NU. Baginya, kolaborasi antara elemen organisasi masyarakat dan pemerintah adalah kunci utama dalam pembangunan daerah yang harmonis.

”Kami sangat menghargai langkah Fatayat NU yang konsisten menggalakkan pola hidup sehat. Apresiasi setinggi-tingginya juga kami sampaikan kepada panitia yang telah bekerja keras mewujudkan acara sekeren ini,” ujar Baharudin.

Momentum puncak ditandai dengan pelepasan balon udara oleh Plt. Bupati bersama para tokoh undangan, menandai dibukanya rangkaian acara secara resmi. Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya menjaga warisan leluhur.

Baca Juga:
Usung Spirit Spiritual, Majelis Jantiko Mantab Warnai Acara Bersih Desa di Ngunggahan Tulungagung

“Acara ini adalah momentum krusial untuk membangkitkan kembali kecintaan kita pada permainan tradisional, menjaganya agar tidak tergerus di tengah gempuran era digital,” pungkasnya dengan penuh optimisme.

Usai seremoni pembukaan, ribuan peserta langsung tumpah ruah mengikuti senam massal yang memenuhi halaman GOR Lembu Peteng. 

Musik yang energik dan gerakan serempak menciptakan pemandangan yang impresif.Keseruan semakin memuncak saat Festival Permainan Tradisional dimulai. 

Berbagai perlombaan khas yang sarat akan nilai luhur dan filosofi budaya menjadi magnet utama bagi para peserta. Tawa dan sorak sorai pecah saat para kader berlomba-lomba menunjukkan ketangkasan mereka.

Sebagai bentuk apresiasi atas semangat juang para peserta, panitia telah menyiapkan deretan trofi serta beragam doorprize menarik yang menambah kemeriahan pesta rakyat ala Fatayat NU ini.(*)