KETIK, BANGKALAN – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tampak heran saat ratusan undangan memberikan sambutan meriah ketika menyebut nama Menteri Energi dan Sumber Data Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Momen tersebut terlihat ketika Presiden mengawali sambutan dengan menyebut nama-nama menteri Kabinet Merah Putih yang hadir mendampinginya di sela penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Bangkalan pada Selasa, 23 Juni 2026.

“Kok tepuk tangannya keras banget? Apa gara-gara harga BBM nggak naik? Yang bikin nggak naik Presiden,” ucap Prabowo sembari tersenyum dan diikuti riuh para tamu undangan.

Nama Bahlil yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar tersebut memang bebapa bulan terakhir ramai dibicarakan masyarakat Indonesia. Diawali dari viralnya lagu “MBG (Mas Bahlil Ganteng)”, kemudian diikuti kenaikan harga BBM nonsubsidi yang tanpa pemberitahuan. Namun di sisi lain, khusus harga BBM bersubsdi tidak ada kenaikan harga.

Pada kesempatan tersebut selain Menteri Bahlil juga turut hadir sejumlah anggota Kabinet Merah Putih lainnya, yakni Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi.

Baca Juga:
Perintah Presiden Prabowo ke Gus Ipul: “Coba Cek, Pakai Kaos Kaki atau Tidak?”

Kemudian, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sosial sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf. Sejumlah pejabat lainnya terdapat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta Pejabat Forkopimda Jatim.

Sementara itu, Presiden Prabowo memuji peran strategis Nahdlatul Ulama yang banyak mengisi komposisi menteri pada Kabinet Merah Putih dan tersebar dalam kancah perpolitikan nasional.

"Ini Kabinet Merah Putih ini banyak sekali NU-nya, ya. NU memang hebat. Selalu berada di mana-mana. Semua partai NU hadir. Jadi, NU nggak pernah kalah," katanya.

Prabowo mengatakan bahwa struktur kepengurusan hingga akar rumput organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu memiliki pemahaman politik yang sangat matang dan patut menjadi tempat belajar bagi tokoh bangsa. "Kalau belajar politik sebetulnya harus dari NU," tutur Prabowo yang diikuti tepuk tangan meriah. (*)

Baca Juga:
Presiden Prabowo Pastikan Hadiri Penutupan Munas dan Konbes NU di Bangkalan Hari Ini