Teknologi Anak Bangsa Dipamerkan di Istana, Ada Pesawat N219, Puna Alap-Alap hingga Smart Insole

7 Agustus 2026 15:57 7 Agt 2026 15:57

Hanifuddin Musa, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Teknologi Anak Bangsa Dipamerkan di Istana, Ada Pesawat N219, Puna Alap-Alap hingga Smart Insole

Presiden Prabowo Subianto saat meninjau karya anak bangsa di Istana Kepresidenan Jakarta. (Foto: IG Presidenrepublikindonesia)

KETIK, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meninjau hasil riset dan inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Sejumlah teknologi strategis anak bangsa mulai dari pengolahan air, energi, pertahanan, pangan, hingga kedirgantaraan dipamerkan dalam kesempatan tersebut.

Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan, berbagai inovasi yang ditampilkan merupakan bagian dari upaya membangun kemampuan teknologi nasional di sektor-sektor strategis.

Di bidang energi, BRIN mengembangkan teknologi penyimpanan gas alam bertekanan rendah berbasis Metal Organic Framework (MOF) melalui kerja sama Sister Lab dengan peraih Nobel Kimia 2025, Susumu Kitagawa.

“Berdasarkan perhitungan awal, teknologi ini mampu berpotensi menghemat hingga sekitar Rp26 triliun per tahun terhadap beban subsidi LPG,” ujar Arif.

Selain energi, BRIN juga menunjukkan perkembangan teknologi kedirgantaraan. Salah satunya pesawat N219 yang telah dilisensikan kepada PT Dirgantara Indonesia untuk diproduksi.

BRIN juga mengembangkan satelit NEO-1 yang dijadwalkan meluncur pada awal 2027. Satelit tersebut akan mendukung kebutuhan data nasional untuk sektor pertanian, kehutanan, kelautan, mitigasi bencana, hingga pengawasan maritim.

Di bidang pertahanan dan keamanan, BRIN memperkenalkan Pesawat Udara Nirawak (Puna) Alap-Alap yang mampu terbang hingga enam jam dengan jangkauan sekitar 100 kilometer.

Teknologi ini dapat digunakan untuk pemantauan, survei, pemetaan, serta pengawasan wilayah.

Sementara pada sektor transportasi dan ketahanan pangan, BRIN mengembangkan berbagai inovasi seperti kendaraan listrik, teknologi kapal, mesin berbahan bakar fleksibel, serta teknologi pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satu inovasi lainnya adalah kapal nelayan bertenaga listrik yang diklaim mampu mengurangi biaya operasional energi hingga 70 persen dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak.

Di bidang kesehatan, BRIN mengembangkan teknologi vaksin, diagnosis, radiofarmaka, hingga alat kesehatan. Sedangkan di sektor industri, BRIN berhasil membuat sepatu sekolah berbahan dasar karet lokal dengan teknologi One Piece Injection Molding yang memiliki biaya produksi di bawah Rp70 ribu.

BRIN juga mengembangkan smart insole yang dapat digunakan untuk kebutuhan rehabilitasi medis, olahraga, hingga keselamatan kerja.

Arif mengatakan, penguasaan teknologi menjadi hal penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu menjadi pengembang teknologi.

“BRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir dari sekarang, sehingga ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulainya sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Karya Anak Bangsa BRIN Presiden Prabowo