KETIK, LANGSA – Kreativitas siswa dan guru SD Negeri 2 Langsa dalam mengolah limbah plastik menjadi berbagai produk bernilai guna mendapat apresiasi dari Tim Penggerak PKK Kota Langsa.
Melalui Pokja III, TP PKK Kota Langsa melakukan kunjungan sekaligus peninjauan ke galeri karya kreatif sekolah yang dikenal aktif mengembangkan program peduli lingkungan dan telah meraih predikat Adiwiyata Nasional.
Kunjungan yang dipimpin Ketua Pokja III TP PKK Kota Langsa, Hj. T Ratna Laila Sari, berlangsung pada Selasa, 9 Juni 2026. Rombongan turut didampingi Wakil Ketua, para Ketua Bidang, serta anggota Pokja III TP PKK Kota Langsa.
Selain melihat langsung hasil karya yang dipamerkan, rombongan juga berkesempatan mempraktikkan proses pembuatan kerajinan berbahan dasar limbah plastik bersama guru dan siswa.
Kedatangan rombongan disambut Kepala SD Negeri 2 Langsa, Rahmalinda, melalui Wakil Kepala Sekolah Seriati. Dalam galeri sekolah, berbagai produk hasil daur ulang dipamerkan, mulai dari tikar, sajadah, alas meja, tas, bakul, topi, hingga beragam kerajinan anyaman yang seluruhnya dibuat dari limbah plastik.
Baca Juga:
OJK Dorong Literasi Keuangan Perempuan, 64,5 Persen Pelaku UMKM Dikelola Kaum IbuTidak hanya itu, sekolah juga menampilkan berbagai inovasi kreatif lainnya seperti pakaian berbahan bungkus deterjen dan kemasan mi instan, ecobrick, sofa, keranjang, vas bunga, serta hiasan dinding yang memiliki nilai estetika sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.
Ketua Pokja III TP PKK Kota Langsa, Hj. T Ratna Laila Sari, mengaku terkesan dengan berbagai inovasi yang dihasilkan oleh pihak sekolah.
"Kami sangat mengapresiasi kepala sekolah, para guru, dan seluruh siswa yang telah berhasil menghadirkan berbagai karya kreatif dari limbah plastik. Ini merupakan langkah positif dalam membangun kesadaran lingkungan sekaligus menumbuhkan jiwa kreatif dan kewirausahaan," ujarnya.
Menurutnya, program yang dijalankan SD Negeri 2 Langsa membuktikan bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi produk bermanfaat bahkan memiliki nilai ekonomi.
Baca Juga:
Mahasiswa UB Kediri Turun ke Pasar, Bantu Promosikan UMKM Tradisional lewat Media SosialIa berharap inovasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain maupun masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan lingkungan.
"Semoga inovasi ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain serta berkembang menjadi peluang usaha bagi masyarakat dan pelaku UMKM," tambahnya.
Selain meninjau pemanfaatan limbah plastik, rombongan TP PKK Kota Langsa juga memperoleh edukasi mengenai pembuatan pupuk organik dan briket arang berbahan tempurung kelapa.
Pengetahuan tersebut dinilai penting dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan limbah rumah tangga maupun limbah pertanian.
Melalui kunjungan tersebut, TP PKK Kota Langsa menegaskan komitmennya dalam mendorong tumbuhnya kreativitas, kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Inovasi yang dilakukan SD Negeri 2 Langsa diharapkan menjadi contoh bahwa sampah tidak selalu menjadi masalah, tetapi dapat diubah menjadi produk bernilai yang memberi manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*)