KETIK, SIMEULUE – Menyikapi beredarnya video peristiwa perkelahian antar siswa Sekolah Dasar (SD) pada Jumat 17 Juli 2026, pihak sekolah menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas insiden tersebut.
Sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen penuh terhadap keselamatan dan kebaikan tumbuh kembang anak, kami telah mengambil langkah-langkah cepat dan terukur untuk menyelesaikan permasalahan ini secara bijaksana.
Menanggapi hal tersebut, pihak sekolah memberikan klarifikasi terkait peristiwa yang terjadi pada Jumat, 17 Juli 2026.
Pihak sekolah menjelaskan, pada saat kejadian, kegiatan belajar mengajar tidak berlangsung seperti biasa. Sekolah tengah melaksanakan kegiatan Jumat Berkah yang diikuti oleh para siswa. Selain itu, pada hari yang sama juga digelar pelatihan ketangkasan dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi musibah kebakaran yang dihadiri oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simeulue.
"Kejadian tersebut terjadi pada hari Jumat 17 Juli 2026 sekitar jam 9 pagi. saat itu seluruh dewan guru sedang mempersiapkan sarana pelaksanaan hari Jum'at berkah dan pelatihan ketangkasan siswa yang dihadiri BPD," tutur salah seorang dewan guru.
Kemudian para dewan guru mengungkapkan, Terkait persoalan yang terjadi antarsiswa tersebut, pada hari kejadian pihak sekolah sudah berupaya menghubungi para Walid murid namun tidak terhubung. Sehingga pihak sekolah mengambil langkah melakukan mediasi pertama antar siswa dan para siswa pun berdamai.
"Peristiwa ini bukanlah pengeroyokan atau Bullying, melainkan kesalahpahaman antara siswa," ungkap dewan guru.
Lebih lanjut, pihak sekolah juga menyampaikan bahwa pada Senin 20 Juli 2026, orang tua kedua belah pihak telah bersepakat dan bersedia untuk berdamai menyelesaikan persoalan tersebut secara baik-baik.
"Pada hari kejadian pihak sekolah telah melaksanakan mediasi dan pada hari Senin kemarin kedua belah pihak menyatakan bersedia untuk berdamai dan menyelesaikan dengan cara kekeluargaan," ungkap pihak sekolah pada saat ditemui Wartawan media ini di sekolah. Selasa 21 Juli 2026.
Dengan adanya proses mediasi dan kesepakatan perdamaian tersebut, pihak sekolah berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara tuntas serta tidak berkembang menjadi permasalahan yang lebih luas.
Pertemuan mediasi ini dihadiri langsung Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, Wali Kelas 6 A, Wali Kelas 6 B, siswa yang terlibat, serta masing-masing orang tua mereka.
Dengan adanya mediasi ini, masalah perkelahian berhasil diselesaikan tuntas. Semua pihak yang terlibat bersepakat untuk berdamai dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.
Pihak sekolah juga mengatakan, Perwakilan dari Dinas pendidikan dan perlindungan anak juga sudah datang ke sekolah.
Lebih lanjut, pihak sekolah berjanji akan lebih meningkatkan pengawasan kepada para peserta didik dan mengimbau seluruh pihak agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan video yang beredar di media sosial, melainkan melihat persoalan secara utuh dan mengedepankan penyelesaian yang terbaik bagi para siswa.
Pada saat bersamaan, salah seorang wali murid yang hadir di sekolah berharap kepada masyarakat dan netizen agar tidak lagi melemparkan komentar-komentar miring kepada anak-anak mereka dan menghargai keputusan yang telah mereka ambil.
"Kami sudah berdamai, jadi kami selaku orang tua berharap kepada masyarakat dan saudara-saudara kami agar kiranya tidak lagi menghujat anak-anak kami baik secara langsung maupun melalui media sosial. Tolong mengerti perasaan kami," harap orang tua siswa tersebut. (*)
