KETIK, MADIUN – Pemerintah Kota Madiun bersama aparat keamanan mulai mematangkan persiapan menjelang peringatan 1 Suro atau 1 Muharram 1448 Hijriah yang identik dengan berbagai kegiatan budaya dan tradisi masyarakat, termasuk Suran Agung yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah.
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib, sebanyak 673 personel Polres Madiun Kota disiagakan melalui Operasi Aman Suro.
Pengamanan juga akan diperkuat oleh unsur TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta pengamanan internal perguruan pencak silat.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Kesiapsiagaan Kamtibmas Menjelang 1 Suro/1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Kecamatan Manguharjo, Jumat, 12 Juni 2026.
Plt Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun, mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban selama rangkaian kegiatan bulan Suro berlangsung.
Baca Juga:
Jelang Suroan 2026, Forkopimda dan Perguruan Silat Sepakat Jaga Kondusivitas Kota MadiunMenurutnya, bulan Muharram tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Islam, tetapi juga menjadi momentum sosial dan budaya yang melibatkan banyak elemen masyarakat.
“Menjelang 1 Suro dan kegiatan Suran Agung 2026, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kekondusifan Kota Madiun. Tanggung jawab menciptakan suasana yang aman menjadi tugas kita bersama,” ujarnya.
Bagus menjelaskan, setiap memasuki bulan Suro, wilayah Madiun selalu menjadi pusat berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari tradisi Suroan, pengajian akbar, kirab budaya, hingga kegiatan yang diselenggarakan sejumlah perguruan pencak silat.
Tingginya aktivitas masyarakat tersebut, lanjutnya, membutuhkan dukungan semua pihak agar tidak menimbulkan gangguan keamanan maupun ketertiban umum.
Baca Juga:
Ajak Warga Jaga Kamtibmas, Plt Wali Kota Madiun Ingin Perayaan 1 Suro Berdampak Positif bagi Pelaku UMKMKarena itu, pemerintah meminta seluruh perangkat daerah, aparat kewilayahan, hingga pengurus RT dan RW untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera berkoordinasi apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas di lingkungan masing-masing.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat keamanan semata, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat,” tegasnya.
Operasi Aman Suro Disiapkan
Sementara itu, Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto mengatakan pihaknya telah menyiapkan pola pengamanan terpadu untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan selama bulan Suro.
Melalui Operasi Aman Suro, sebanyak 673 personel Polres Madiun Kota akan ditempatkan di sejumlah titik strategis yang menjadi pusat kegiatan masyarakat.
Pengamanan tersebut juga melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.
“Kami telah menyiapkan pengamanan terpadu bersama TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta unsur pengamanan internal perguruan pencak silat,” kata Wiwin.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjaga situasi tetap kondusif dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.(*)