KETIK, MALANG – Program Studi (Prodi) Administrasi Publik Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) menyambut Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) 2026. Momen tersebut menjadi dorongan bagi mahasiswa agar mampu menjadi agen informasi kampus melalui pembentukan Kelompok Informasi Mahasiswa (KIM). 

Penerimaan mahasiswa baru telah diisi dengan penguatan karakter, regenerasi organisasi dan pengembangan peran mahasiswa pada 30 Oktober 2026 lalu. Mahasiswa dituntut sadar untuk menjaga integritas, daya juang, kepemimpinan, hingga kontribusi nyata dalam akademik dan organisasi. 

Pembina Himapublik Unitri, Agustinus Ghunu, menjelaskan bahwa gagasan pembentukan KIM dapat memperkuat peran mahasiswa dalam memperkenalkan Prodi Administrasi Publik. KIM dinilai mampu memudahkan calon mahasiswa baru untuk mengakses informasi pendidikan, mulai dari proses pendaftaran, persyaratan penerimaan, tahapan seleksi, hingga gambaran kehidupan perkuliahan.

“Bayangkan apabila setiap angkatan memiliki kepedulian untuk membantu calon mahasiswa memperoleh informasi yang tepat dan mengenal kampus kita. Himpunan mahasiswa tidak hanya menjadi organisasi kemahasiswaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses informasi pendidikan dan memperkenalkan Prodi Administrasi Publik kepada masyarakat,” ujarnya.

Program KIM dapat dikembangkan dengan mengandalkan media sosial sebagai jembatan komunikasi bagi calon mahasiswa baru. Bahkan, kelompok KIM dapat jemput bola secara langsung ke sekolah-sekolah untuk pengenalan dan pendampingan informasi.

Baca Juga:
Sumpah Pemuda di Era Digital: Jangan Hanya Bangga Menjadi Indonesia, Jadilah Bagian dari Solusinya

“KIM jangan hanya menjadi nama tambahan dalam struktur organisasi. KIM harus memiliki program kerja yang nyata, terukur, dan dapat dievaluasi. Karena itu, pembentukannya perlu dibahas bersama Ketua Himapublik, Ketua Program Studi, dan pihak terkait agar tugas, tanggung jawab, serta mekanisme koordinasinya dapat dirumuskan dengan jelas,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Fisip Unitri, Firman Firdausi menjelaskan keberadaan KIM dapat membantu tugas kampus. KIM menjadi sarana untuk memperkenalkan program-program studi di lingkungan Fisip kepada masyarakat luas.

“Kelompok Informasi Mahasiswa diperlukan sebagai sarana memperkenalkan program-program studi yang ada di Fisip kepada khalayak publik. Semakin Unitri dikenal, semakin besar pula kepercayaan masyarakat terhadap layanan kita,” ujarnya.

Tak hanya itu, Firman juga berpesan agar mahasiswa mempersiapkan karakter sejak awal. Mahasiswa dituntut memiliki kepekaan dalam membaca peluang dan ancaman di era disrupsi.

Baca Juga:
Percepat Hamid Rusdi Jadi Pahlawan Nasional, Unitri Desak Pemkot Malang Turun Tangan

“Karakter mahasiswa harus dipersiapkan dari sekarang. Karakter tidak hanya berasal dari lingkungan, tetapi juga merupakan way of life dari mahasiswa itu sendiri. Ke depan, tantangan tidak semakin mudah meskipun teknologi mempermudah kehidupan. Justru di sinilah daya juang mahasiswa harus dibangun,” ungkap Firman.(*)