KETIK, JAKARTA – Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp14.878 per dolar AS pada Rabu (7/6/2023) sore. Mata uang Merah Putih melemah 18 poin atau 0,12 persen dari perdagangan sebelumnya.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah melemah ke posisi Rp14.875 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi. Tercatat rupee India menguat 0,1 persen, yen Jepang 0,14 persen, ringgit Malaysia 0,12 persen, peso Filipina 0,18 persen, dan dolar Hongkong 0,04 persen.
Di sisi lain, dolar Singapura melemah 0,04 persen, won Korea Selatan minus 0,44 persen, dan yuan China minus 0,14 persen.
Baca Juga:
Justin Hubner Minta Maaf ke Lewis Holtby Usai Insiden Kaki Sobek di Liga BelandaSenada, mata uang negara maju bergerak bervariasi. Dolar Australia menguat 0,01 persen, euro Eropa 0,08 persen, dan poundsterling Inggris 0,12 persen.
Sedangkan, dolar Kanada melemah 0,09 persen dan franc Swiss minus 0,01 persen.
Analis Pasar Lukman Leong mengatakan hari ini rupiah melemah seiring data perdagangan China yang mengecewakan. Menurutnya, hal ini membuat investor waspada.
"Rupiah melemah oleh respons investor pada data perdagangan China yang mengecewakan," ucapnya kepada jurnalis.
Baca Juga:
19 Siswa SMKN 3 Malang Lolos SNBP 2026, Tembus UB, UM hingga Politeknik NegeriMeski begitu, sentimen pada rupiah keseluruhan masih kuat. Hal ini tecermin dari imbal hasil obligasi 10 tahun Indonesia yang turun ke level terendah sejak Januari 2022. (*)