KETIK, MALANG – Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Malang masih sedikit, baru di angka 17 persen dari total wilayah perkotaan.
Jumlah tersebut jauh dibandingkan dengan RTH di Kabupaten Malang yang mencapai 60 persen.
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang mengungkapkan, selain akibat luas lahan yang berbeda, kepadatan penduduk disebut berpengaruh terhadap luasan RTH.
"RTH yang ada itu masih di angka 17 persen. Dari kami, DLH Kota Malang tidak mungkin untuk menambah (lahan), tetapi memanfaatkan yang ada," jelas Raymond soal penyebab, Sabtu 20 Desember 2025.
Baca Juga:
Bupati Situbondo dan Kepala BKN Senam dan Tanam Pohon Bersama Ratusan ASNMerespons kondisi tersebut, DLH Kota Malang mengagas program reboisasi untuk mengejar kekurangan.
Pihaknya menargetkan penanaman 8.000 pohon dalam kurun waktu 6-7 bulan. Bibit-bibit pohon akan ditanam tersebar di tiap titik di perkotaan.
Raymond menyebut, upaya optimalisasi lahan kosong diterapkan dalam hal ini.
"Kondisi kalau bibit kami banyak. Kami masih menjadwalkan untuk penambahan pohon selama masih musim hujan ini," ucapnya.
Baca Juga:
Anggaran RTH Turun Drastis, DPRD Soroti Minimnya Keberpihakan Lingkungan di Kota MalangLebih lanjut, hampir 2 minggu sekali dalam 4 bulan, DLH Kota Malang mengaku sudah memulai penanaman dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari instansi terkait, kader lingkungan, hingga masyarakat setempat.
Lokasi penanaman meliputi Kecamatan Lowokwaru, Kelurahan Tunggulwulung, Pandanwangi, Wonokoyo, Kedungkandang, hingga kawasan TPA Supit Urang yang masih memiliki lahan cukup luas.
Jenis pohon yang ditanam pun beragam, mulai dari tanaman buah, tanaman pelindung, dan jenis-jenis lainnya.
"Tanaman buah ada Sukun, Belimbing, Durian. Kalau tanaman pelindung ada Tabebuya, Tabebuya Daun Lebar, Mahoni, Asem, dan lainnya," tutupnya.(*)