KETIK, HALMAHERA SELATAN – Rumah Sakit Pratama (RSP) Makian diproyeksikan mulai beroperasi pada 2026. Pembangunan fisiknya disebut nyaris rampung, sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan mulai memetakan kebutuhan tenaga medis, tenaga keperawatan, hingga pemindahan peralatan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Halmahera Selatan, Asia Hasyim, mengatakan kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu bagian penting sebelum rumah sakit tersebut resmi membuka pelayanan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Asia saat diwawancarai Ketik.com di ruang kerjanya, Rabu 5 Agustus 2026.

Fasilitas kesehatan baru tersebut kini memasuki fase akhir pengerjaan, diproyeksikan menerima pasien sebelum penutupan kalender berjalan.

“​Sesuai progres Rumah Sakit Pratama Makian, rencananya dipakai tahun ini. Kemarin kami datangi, pekerjaannya sudah finishing. Sudah hampir 100 persen,” kata Asia.

Baca Juga:
Asia Hasyim: 32 Puskesmas Halmahera Selatan Sudah Terisi Dokter

Formasi tenaga paramedis disusun lewat rasio ranjang pasien agar operasional harian dapat berlangsung berkesinambungan.

“RSP itu memiliki 50 tempat tidur. Estimasi jumlah perawat, dua tempat tidur ditangani satu perawat. Berarti harus tersedia 25 perawat. Pelayanannya nanti memakai sistem sif,” jelasnya.

Selain kebutuhan tenaga keperawatan, Dinas Kesehatan juga mempersiapkan personel kedokteran yang akan bertugas saat fasilitas tersebut mulai difungsikan.

Komposisi medik tahap awal mulai dipetakan; prioritas diarahkan kepada layanan dasar, kemudian diperkuat keahlian klinis mengikuti profil penyakit setempat.

Baca Juga:
Ruang Rawat Inap RSU Obi di Halmahera Selatan Masuki Tahap Rehabilitasi

“Untuk dokter, dokter umum itu lima. Kalau kita harus memasukkan dokter spesialis, mungkin bisa dua orang saja dulu, yang lebih urgen di sana,” ujarnya.

Pemenuhan sumber daya manusia dirancang melalui redistribusi dari fasilitas primer relatif surplus, terutama kawasan kepulauan terdekat.

“Untuk perawat yang dibutuhkan nanti, tentu kami akan identifikasi. Kami akan mengecek wilayah puskesmas, apalagi di Makian yang tenaganya banyak. Sekitar Makian-Kayoa nanti kami identifikasi,” katanya.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penempatan petugas tidak mengganggu pelayanan kesehatan yang telah berjalan di puskesmas. Pemetaan juga diperlukan agar distribusi tenaga dilakukan berdasarkan beban kerja dan ketersediaan personel pada setiap wilayah.

Perangkat kesehatan pun masuk agenda mobilisasi setelah penjagaan kawasan dipastikan memadai.

“Kami mau memindahkan alat-alat agar aman di sana,” ucap Asia.

Menurutnya, kompleks RSP Makian telah dirancang dengan pembagian fungsi pelayanan serta sarana pendukung pada sejumlah bagian bangunan.

Zonasi bangunan memisahkan fungsi klinis dengan fasilitas pendukung, sehingga alur kerja rumah sakit lebih tertata.

“Gedung di belakang itu untuk penunjang semua. Ada instalasi gizi, laundry, dan radiologi. Sementara ruang rawat inap berada di depan, lantai atas,” tuturnya.

Dengan pembangunan fisik yang hampir selesai, tahapan berikutnya akan berfokus pada penataan personel, kesiapan layanan medis, pengamanan peralatan, serta pemenuhan sarana operasional.