Ribuan Nelayan Cilacap Serbu Kantor KKP, Tolak Kapal Asing dan Desak Keberpihakan Presiden Prabowo

Jurnalis: Nani Ekowati
Editor: Fisca Tanjung

19 Des 2025 14:11

Thumbnail Ribuan Nelayan Cilacap Serbu Kantor KKP, Tolak Kapal Asing dan Desak Keberpihakan Presiden Prabowo
Massa nelayan dan pelaku usaha nelayan dari berbagai wilayah menggelar aksi damai di depan gedung Kantor KKP, Jakarta Pusat, Kamis 18 Desember 2025. (Foto: Nani Eko/Ketik.com)

KETIK, CILACAP – Ribuan nelayan dan pelaku usaha perikanan yang tergabung dalam Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, turun memperjuangkan nasib nelayan atas kebijakan pemerintah yang membolehkan kapal asing menangkap ikan di perairan Indonesia.

Mereka berangkat menuju Jakarta pada Rabu malam, 17 Desember 2025. Sekitar 1.400 orang diberangkatkan menggunakan 28 armada bus yang telah disiapkan, dengan titik kumpul awal di Kantor SNI Cilacap sebelum bertolak ke Ibu Kota.

Setibanya di Jakarta, puluhan ribu nelayan memadati depan kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Kamis, 18 Desember 2025, untuk menyuarakan penolakan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak kepada nelayan dan pelaku usaha perikanan lokal.

Baca Juga:
PKBM Annisa Cilacap Gelar TKA Gratis, Ijazah Kesetaraan Bisa untuk Daftar TNI dan Polri hingga Perguruan Tinggi

Aksi damai yang digelar di depan kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut menolak rencana naturalisasi kapal asing di Indonesia yang dinilai sangat merugikan nelayan dan pelaku usaha perikanan.

Ketua Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) Cilacap, Edy Santoso, mengungkapkan kekhawatirannya apabila kebijakan Menteri KKP tersebut tidak segera dibatalkan karena berpotensi mengancam perekonomian nelayan lokal.

Pria yang akrab disapa Bos Edy itu juga menyoroti adanya rencana perluasan pelabuhan di Cilacap yang dinilai dapat membuka peluang masuknya kapal asing ke perairan setempat.

Baca Juga:
Wujud Komitmen PDIP Cilacap Peduli, Gelar Pengobatan dan Pemberian Makan Gratis

"Kita merasa khawatir nanti ada kapal-kapal asing yang masuk ke Cilacap karena berdampak tidak baik bagi kita, contoh dari segi peralatan saja kita sudah kalah canggih, dan kapal-kapal kita masih pakai sistem tangkap secara tradisional, belum lagi kekhawatiran-kekhawatiran lainnya," ujarnya.

Melalui aksi damai tersebut, para nelayan dan pelaku usaha perikanan berharap aspirasi mereka, khususnya dari Cilacap, dapat menjadi perhatian serius pemerintah, terutama Presiden Prabowo.

Bos Edy pun meminta Presiden Prabowo untuk berpihak kepada nelayan dan mendengarkan aspirasi yang disuarakan.

Saat aksi berlangsung, pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan meminta perwakilan pimpinan nelayan dari masing-masing daerah untuk mengikuti audiensi.

"Pada saat audensi kita sudah sampaikan ke Pak Wamen dan Pak Dirjen, terutama untuk Cilacap tadi kita ajukan terkait perluasan pelabuhan, dan merasa khawatir nantinya kapal asing akan masuk ke perairan Indonesia," kata Edy.

Aksi yang digelar hari ini membuahkan hasil positif, dengan aspirasi para nelayan yang disampaikan mendapat tanggapan dengan baik.

"Perjuangan kita membuahkan hasil, tanggal 6 Januari 2026, kita dipanggil rapat dengan DPR RI bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)," ucap Edy.

Koordinator Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) Cilacap, Agustina menambahkan, pelaku usaha perikanan di Cilacap juga meminta keringanan restribusi tambat labuh kapal fresh.

"Kalau kapal fresh itu hasil tangkapannya musiman, kalau nggak musim kapal diikat tidak beroperasi dan setelah sudah musim, diikat enam bulan jadi biaya tambat labuhnya merasa keberatan, saya minta ada perhatian untuk pemerintah khususnya kementerian kelautan dan Presiden Prabowo Subianto," tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar Harga Acuan Ikan (HAI) serta indeks tarif PNBP kapal ditinjau ulang. Agustina menyebutkan, indeks tarif PNBP untuk kapal di bawah 30 GT saat ini sebesar 5 persen, sehingga diminta untuk diturunkan.

"Mengenai HAI, PNBP, kami berkontribusi buat negara, dan sudah kewajiban kami, nggak apa-apa tapi jangan sampai memberatkan kami, kalau bisa yang bersahabat dengan nelayan. Kemudian indek tarif PNBP hendaknyah juga diperhatikan," tandas Agustin. (*)

Baca Sebelumnya

Puskesmas Maja Lebak Luncurkan Program GEMA, Sulap Antrean Pasien Jadi Momen Literasi Kesehatan

Baca Selanjutnya

Gelaran 'Jurnal Cinta Wedding Fair (JCWF) 2025' di Citimall Tuban Batal, EO Menghilang

Tags:

Cilacap viral

Berita lainnya oleh Nani Ekowati

Kepala BPN Cilacap: Sertipikat Elektronik Lebih Aman, Tidak Bisa Dipalsukan Mafia Tanah

15 April 2026 14:54

Kepala BPN Cilacap: Sertipikat Elektronik Lebih Aman, Tidak Bisa Dipalsukan Mafia Tanah

PKBM Annisa Cilacap Gelar TKA Gratis, Ijazah Kesetaraan Bisa untuk Daftar TNI dan Polri hingga Perguruan Tinggi

12 April 2026 22:29

PKBM Annisa Cilacap Gelar TKA Gratis, Ijazah Kesetaraan Bisa untuk Daftar TNI dan Polri hingga Perguruan Tinggi

Incar Kursi Ketua DPRD, 65 Persen Pengurus Golkar Cilacap dari Generasi Muda

11 April 2026 23:56

Incar Kursi Ketua DPRD, 65 Persen Pengurus Golkar Cilacap dari Generasi Muda

Wujud Komitmen PDIP Cilacap Peduli, Gelar Pengobatan dan Pemberian Makan Gratis

11 April 2026 08:49

Wujud Komitmen PDIP Cilacap Peduli, Gelar Pengobatan dan Pemberian Makan Gratis

KPU Usulkan Tambah Jumlah Dapil di Cilacap untuk Pemilu 2029

8 April 2026 20:08

KPU Usulkan Tambah Jumlah Dapil di Cilacap untuk Pemilu 2029

Wakil Ketua DPRD Cilacap Suyatno Desak Pemilik Rita Pasaraya Bertanggung Jawab kepada Korban Kebakaran

4 April 2026 21:22

Wakil Ketua DPRD Cilacap Suyatno Desak Pemilik Rita Pasaraya Bertanggung Jawab kepada Korban Kebakaran

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar