Reyog Diakui UNESCO, Khofifah Perkuat Ekosistem dan Regenerasi Seniman Menuju Panggung Dunia

Jurnalis: Siska Nabilah Qothrotun Nada
Editor: Fiqih Arfani

14 Apr 2026 18:53

Thumbnail Reyog Diakui UNESCO, Khofifah Perkuat Ekosistem dan Regenerasi Seniman Menuju Panggung Dunia
Gubernur Khofifah (Kanan) Menerima Seniman Tim Reyog Kyai Lodra pada 14 April 2026 di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan seniman Tim Reyog Kyai Lodra di Gedung Negara Grahadi, sebagai bagian dari persiapan menuju Festival Reyog Nasional Ponorogo (FRNP) 2026.

Pertemuan ini menjadi momentum penguatan ekosistem kesenian Reyog pasca pengakuan UNESCO terhadap Reyog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb), sekaligus mendorong keberlanjutan, pelestarian, dan regenerasi seniman, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima pada Selasa, 14 April 2026.

Khofifah menegaskan bahwa Reyog tidak hanya sekadar seni pertunjukan, tetapi juga mengandung nilai filosofis yang kuat sebagai identitas bangsa.

“Reyog bukan sekadar atraksi. Di dalamnya ada filosofi yang sangat kuat, tentang keberanian, kebenaran, dan bagaimana keberagaman suku serta agama dapat dirajut dalam harmoni budaya,” ujarnya.

Baca Juga:
PWNU Jatim Gagas Gerakan “NUConomic”, Strategi Baru Bangkitkan Ekonomi Warga NU di Abad Kedua

Ia menambahkan, kekuatan utama Reyog justru terletak pada nilai-nilai yang mampu membentuk karakter dan menjadi fondasi dalam membangun peradaban bangsa.

“Yang lebih penting dari festival adalah filosofinya. Reyog membawa nafas keberanian untuk memperjuangkan kebenaran. Di dalamnya ada substansi strategis untuk membangun karakter dan kebijakan bangsa,” imbuhnya.

Menurut Khofifah, pengakuan internasional dari UNESCO dalam kategori In Need of Urgent Safeguarding pada akhir 2024 harus diikuti langkah konkret dalam memperkuat ekosistem Reyog, mulai dari pelestarian hingga keberlanjutan pertunjukan.

“Proses menuju pengakuan UNESCO ini sangat panjang dan tidak sederhana. Salah satu hal penting yang menjadi perhatian adalah aspek animal welfare, di mana kita harus memastikan bahwa dalam pertunjukan Reyog tidak lagi menggunakan material dari satwa dilindungi,” jelasnya.

Baca Juga:
Jatim Resmi Batasi Penggunaan Gadget di Sekolah! Khofifah: Perkuat Karakter dan Interaksi Sosial Murid

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keberlanjutan melalui regenerasi pelaku seni serta intensitas penyelenggaraan event budaya.

“Harus sering ada pentas dan event, supaya mereka terus berlatih dan regenerasinya berjalan maksimal. Awalnya mungkin ada yang ikut karena insentif, tapi ketika tumbuh rasa bangga, maka akan muncul dedikasi untuk melestarikan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Evy Afianasari menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong penguatan ekosistem Reyog melalui kolaborasi lintas sektor.

“Kami menggandeng Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW), SMK 12 Surabaya, Universitas Negeri Surabaya, serta berbagai sanggar seni Reyog untuk memperkuat ekosistem, mulai dari pelatihan hingga pengembangan kreativitas,” jelasnya.

Selain itu, Disbudpar Jatim juga menjalin kerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam dalam upaya pelestarian satwa, khususnya burung merak Jawa.

“Kami sedang menjajaki kerja sama untuk pengembangbiakan burung merak Jawa sebagai bagian dari solusi keberlanjutan, mengingat keterbatasan material yang selama ini digunakan dalam pertunjukan Reyog,” tambahnya.

Perwakilan Tim Reyog Kyai Lodra, Joko Winarko, mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pelestarian seni tradisi.

“Pertemuan ini menjadi momentum bagi kami untuk mempresentasikan hasil karantina latihan selama dua bulan. Keikutsertaan kami di FRNP bukan sekadar kompetisi, tetapi bentuk kebanggaan sekaligus komitmen generasi muda dalam melestarikan Reyog,” ujar Khofifah.

Dalam kesempatan tersebut, suasana berlangsung hangat melalui pemotongan tumpeng dan ramah tamah. Gubernur Khofifah juga memberikan dukungan dana pembinaan sebesar Rp25 juta untuk mendukung persiapan tim menuju Festival Reyog Nasional Ponorogo 2026.

Melalui langkah ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam menjaga Reyog tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai identitas bangsa yang hidup, berkembang, dan berkelanjutan di kancah global. (*)

Baca Sebelumnya

Pemkab Brebes Usulkan KUD Wanasari Jadi Piloting Hub Koperasi Merah Putih

Baca Selanjutnya

Pasca OTT KPK Kemendagri Turun Gunung ke Tulungagung, Pastikan Pelayanan Tak Lumpuh

Tags:

Khofifah Unesco Gedung Grahadi Seniman Reyog Ponorogo jatim Gubernur

Berita lainnya oleh Siska Nabilah Qothrotun Nada

Reyog Diakui UNESCO, Khofifah Perkuat Ekosistem dan Regenerasi Seniman Menuju Panggung Dunia

14 April 2026 18:53

Reyog Diakui UNESCO, Khofifah Perkuat Ekosistem dan Regenerasi Seniman Menuju Panggung Dunia

Pemkot Terapkan Kebijakan Surabaya Tanpa Gawai di Malam Hari

14 April 2026 16:59

Pemkot Terapkan Kebijakan Surabaya Tanpa Gawai di Malam Hari

Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur

14 April 2026 06:40

Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur

5 Kafe Estetik dan Ramah Kantong di Surabaya, Spot Nongkrong Kekinian yang Wajib Dicoba

14 April 2026 05:00

5 Kafe Estetik dan Ramah Kantong di Surabaya, Spot Nongkrong Kekinian yang Wajib Dicoba

Gubernur Khofifah Resmikan Sarana Air Bersih di Bromo, Dukung Wisata Berkelanjutan dan Kenyamanan Pengunjung

13 April 2026 21:26

Gubernur Khofifah Resmikan Sarana Air Bersih di Bromo, Dukung Wisata Berkelanjutan dan Kenyamanan Pengunjung

Bismillah! Gubernur Khofifah Groundbreaking Jalur Lingkar Kaldera Tengger, Bromo Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

13 April 2026 20:50

Bismillah! Gubernur Khofifah Groundbreaking Jalur Lingkar Kaldera Tengger, Bromo Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar