KETIK, PACITAN – Rest area Jalur Lintas Selatan (JLS) di sisi barat Museum SBY-Ani Pacitan kembali dipoles.

Anggaran yang disiapkan melalui P-APBD 2026 mencapai Rp895 juta.

Kepala Bidang Tata Bangunan dan Jasa Konstruksi DPUPR Pacitan Endhit Yuniarso menjelaskan, anggaran tersebut terbagi dalam dua pekerjaan. 

Pertama, penataan kawasan Rest Area JLS Pacitan lanjutan dengan anggaran Rp759 juta.

Pekerjaan senilai tersebut meliputi pembangunan talud penahan tanah, pemasangan paving, serta penataan taman.

Baca Juga:
Tak Betah Hidup di Asrama, 18 Siswa Sekolah Rakyat Pacitan Mengundurkan Diri

“Mulai talud penahan tanah, perkerasan lahan dengan paving block, sampai penataan taman,” kata Endhit kepada Ketik.com, Selasa, 29 September 2026.

Sementara itu, pekerjaan kedua berupa pembangunan musala rest area lanjutan dengan anggaran Rp136 juta.

Jika kedua pekerjaan tersebut digabungkan, total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp895 juta atau hampir Rp900 juta.

"Untuk tahun 2026 ini, penataan dilanjutkan di sisi selatan kawasan," ungkapnya.

Baca Juga:
3 Usaha di Pacitan Diadukan Warga Gegara Cemari Lingkungan, Ada Warung Makan-Kandang Ayam

Area tersebut dirancang sebagai ruang parkir publik sekaligus dilengkapi fasilitas pendukung bagi wisatawan dan pengguna JLS.

Di kawasan tersebut juga terdapat bangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang dibangun oleh PLN untuk mendukung pengisian kendaraan listrik, baik mobil maupun sepeda motor.

Pemkab Pacitan sejatinya juga menyiapkan rencana pengembangan kawasan di sisi selatan untuk Museum Budaya Pacitan. 

Usulan pembangunan museum tersebut telah diajukan kepada Kementerian Kebudayaan, namun hasilnya belum sesuai harapan.

"Sementara penganggarannya (di pusat) masih dipending," jelasnya.

Diketahui, penataan kawasan tersebut merupakan kelanjutan pembangunan yang dilakukan secara bertahap sejak 2024 lalu.

Pada 2024, pembangunan diawali dengan fasilitas food court. 

Selain itu, terdapat Galeri Kayu yang diarahkan untuk mendukung produk kerajinan dan ekonomi kreatif Pacitan.

Kemudian pada 2025 dilakukan pemasangan paving dan pembangunan MCK di sisi barat.

Penataan bertahap tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi kawasan rest area JLS sebagai tempat singgah pengguna jalan sekaligus mendukung aktivitas wisata dan ekonomi kreatif di sekitar Museum SBY-Ani Pacitan.(*)