KETIK, MALANG – Pemerintah Kota Malang bakal menggelar retret bagi sekitar 345 kepala SD dan SMP negeri maupun swasta. Langkah ini diambil guna merespons dugaan kasus kekerasan terhadap siswa yang melibatkan oknum kepala sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, menjelaskan peserta retret terdiri dari 225 kepala sekolah negeri dan 120 kepala sekolah swasta.
"Total peserta retret diperkirakan mencapai sekitar 345 kepala sekolah. Kegiatan retreat sudah kami sosialisasi. Jadi biar mereka bisa siap-siap," ujarnya, Selasa 6 Oktober 2026.
Kegiatan berdurasi satu hari ini mengalokasikan anggaran sekitar Rp300 juta dari APBD Kota Malang. Pelaksanaannya direncanakan bertempat di kompleks Grha Purva Praja atau Islamic Center, meski teknis pastinya masih dibahas.
"Kalau tidak bulan ini ya bulan depan. Kemungkinan di Islamic Center karena punya ruangan yang memenuhi dan yang jelas tidak menginap. Ini mengingat anggarannya yang terbatas. Ada pembinaan militer-militer, kemudian juga ada di dalam kelasnya," lanjutnya.
Baca Juga:
Wisata Malam Kota Malang Bakal Digaspol, Siap Bikin Wisatawan BetahSementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa retret ini menjadi momentum evaluasi dan introspeksi atas insiden kekerasan terhadap siswa. Pemkot Malang kini tengah menjadwalkan waktu pelaksanaan agar tak mengganggu jam belajar.
"Sudah kami susun, nanti kami tinggal tentukan waktunya. Kami ingin mengevaluasi, introspeksi kejadian-kejadian kemarin agar itu menjadi pembelajaran dan tentunya nanti yang terbaik ke depan," ujar Wahyu.
Mengingat pentingnya peran kepala sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, kegiatan ini diharapkan dapat memperdalam pemahaman mereka terhadap tugas dan perannya.
"Jadi kami evaluasi, introspeksi, dan lebih ada penekanan kembali. Bagaimana menangani siswa dan lain-lain, jadi banyak hal yang kami lakukan agar mereka nanti menjadi kepala sekolah yang baik dan bisa melayani masyarakat. Insya Allah tahun ini," pungkasnya. (*)