Respon Kenaikan PBB yang Tak Masuk Akal di Berbagai Daerah, Dekan FEB Unisma: Jalan Pintas Pemda

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Muhammad Faizin

21 Agt 2025 17:07

Thumbnail Respon Kenaikan PBB yang Tak Masuk Akal di Berbagai Daerah, Dekan FEB Unisma: Jalan Pintas Pemda
Dekan FEB Unisma, Afifudin saat menjelaskan terkait kenaikan PBB yang terjadi di beberapa daerah. (Foto: Lutfia/Ketik)

KETIK, MALANG – Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) berhasil memicu gejolak publik. Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma), Afifudin menilai kebijakan tersebut merupakan jalan pintas pemerintah daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Menurutnya, kenaikan PBB di berbagai daerah yang melampaui 100 persen bukanlah hal yang rasional. Ia menilai kebijakan tersebut tidak melalui kajian mendalam dan tanpa mempertimbangkan risiko yang terjadi di masyarakat.

"Ini menjadi salah satu jalan pintas yang dilakukan pemda untuk meningkatkan PAD. Kalau punya tanah dan bangunan, pasti akan kena PBB. Padahal jika ingin meningkatkan PAD, bukan dengan cara instan seperti itu," ujar Afifudin, Kamis 21 Agustus 2025.

Terdapat beberapa faktor yang menjadi pemicu pemda menaikkan tarif PBB. Salah satunya kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat. Di sisi lain, kepala daerah terpilih dituntut untuk merealisasikan program kerja dan janji saat kampanye lalu.

Baca Juga:
Muslimat NU Serukan Dunia Tanpa Perang, Khofifah dan Arifah Saksikan Deklarasi 9 Tuntutan ke PBB

"Janji-janji kampanye harus terealisasikan, anggaran dari pusat ada efisiensi, maka paling gampang adalah menaikkan pajak. Kalau saya melihatnya ya terkait motivasinya secara prematur karena kebutuhan yang mendesak, syarat paling gampang ya menaikkan PBB," lanjutnya.

Sebelum menentukan kebijakan terkait tarif PBB, pemerintah harus melakukan kajian dari sisi ekonomis untuk memastikan kesiapan masyarakat. Termasuk dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian yang semakin menunjukkan penurunan tingkat daya beli masyarakat.

"Lalu dari analisis sosial-politik dengan melakukan kalkulasi impact dari kenaikan PBB. Masyarakat sudah paham dengan hal-hal yang bisa berimbas langsung ke mereka. Orientasinya untuk meningkatkan kesejahteraan, tapi ini justru akan memberatkan masyarakat," katanya. (*) 

Baca Juga:
Dominasi Pemuda di Malang, Ginanjar: Kreativitas Bisa Jadi Sumber PAD
Baca Sebelumnya

Sertijab Tiga Kapolsek Digelar di Polres Pekalongan, Ini Nama-namanya

Baca Selanjutnya

Taman Budaya Saruma, Dekat Dilihat Tapi Jauh Disentuh

Tags:

UNISMA FEB Unisma PBB Tarif PBB PAD

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar