KETIK, SLEMAN – Bupati Sleman Harda Kiswaya meresmikan gedung pelayanan dan kantor baru Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, pada Selasa, 30 Juni 2026.

Fasilitas baru ini diharapkan dapat mendongkrak kualitas pelayanan publik di tingkat terbawah menjadi lebih transparan, akuntabel, dan profesional.

Bupati Harda meminta aparatur kalurahan segera mematangkan operasional pelayanan setelah menempati gedung baru yang representatif tersebut.

"Dengan kantor kelurahan yang bagus ini, mudah-mudahan Pak Lurah dan teman-teman segera menyiapkan operasional pelayanan yang transparan dan akuntabel. Betul-betul melayani masyarakat dengan keikhlasan dan hati yang tulus," ujarnya usai peresmian, Selasa, 30 Juni 2026.

Selain masalah performa birokrasi, Bupati Harda juga menekankan pentingnya rasa memiliki (handarbeni) dari seluruh aparatur.

Menurut dia, aspek manajemen perawatan gedung serta sarana penunjangnya harus diperhatikan dengan ketat agar aset daerah tersebut awet dalam jangka panjang.

Filosofi Jawa dan Detail Anggaran Gedung

Bupati Sleman Harda Kiswaya (kiri) bersama Lurah Banyuraden Sudarisman saat meninjau ruang kerja baru di Kantor Kalurahan Banyuraden, Gamping, Sleman usai gedung baru tersebut di resmikan. Bupati Harda menekankan pentingnya manajemen perawatan aset serta peningkatan performa birokrasi yang bersih dari pungutan liar. (Foto: Pemkab Sleman for Ketik.com)

Baca Juga:
Pertama se-DIY! PAN Sleman Rampungkan Musyran 86 Kalurahan

Lurah Banyuraden, Sudarisman, mengatakan pembangunan gedung baru ini tidak hanya mengejar fungsi fisik, melainkan juga mengusung filosofi Jawa yang kuat. Konsep dan tema desain gedung baru ini mengambil tema "Hamemayu Hayuning Bawana".

"Artinya adalah menjaga keseimbangan dan harmoni dalam segala aspek kehidupan," kata Sudarisman.

Ia berharap kompleks perkantoran baru ini bisa menjadi kebanggaan sekaligus memberikan citra positif, baik bagi pemerintah kalurahan maupun bagi seluruh warga Banyuraden.

Sudarisman membeberkan bahwa proyek ini menelan anggaran kedinasan hingga miliaran rupiah yang pengerjaannya diklaim melalui proses yang akuntabel.

"Nilai kontrak pembangunan gedung ini sebesar Rp 2.019.000.000 (dua miliar sembilan belas juta rupiah) dengan durasi kerja 175 hari," tuturnya.

Proyek fisik tersebut berjalan mulai 15 Desember 2025 dan resmi rampung pada 7 Juni 2026.

Melalui Proses Lelang Terbuka

Menurut Sudarisman, rangkaian pembangunan ini sudah direncanakan sejak dua tahun lalu. Penyusunan masterplan kawasan dimulai pada 2024 dengan pendampingan dari akademisi Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan Detail Engineering Design (DED) pada 2025.

Untuk pengerjaan fisik, pemerintah kalurahan menyerahkannya kepada pihak ketiga melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah. Proyek ini dimenangkan melalui lelang terbuka oleh CV Barit Prima Solusi, sedangkan PT Daksinatama Konsultan Indonesia bertindak sebagai konsultan pengawas selama masa pengerjaan. (*)

Baca Juga:
Pemkab Tulungagung Hormati Penyidikan Kasus Griya Dalem Kanjengan, Jamasan Kyai Upas Tetap Digelar